KENCONG, 21 AGUSTUS 2026 – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong terus memperluas ruang kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kontribusi organisasi kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan Universitas Al Falah Assunniyyah (UAS) Kencong yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (21/8/2026), di Auditorium UAS.
Bagi GP Ansor Kencong, kerja sama tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial antarlembaga. MoU ini menjadi bagian dari langkah organisasi dalam membuka lebih banyak akses bagi kader Ansor dan Banser untuk mendapatkan pendidikan, pelatihan, serta ruang pengembangan diri.

Ketua GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, M.Pd., mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu hal penting yang harus terus dilakukan organisasi kepemudaan. Menurutnya, kader Ansor dan Banser memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal maupun kegiatan pengembangan kapasitas.
“Yang paling utama, sahabat-sahabat Ansor dan Banser ini tentu masih ada yang belum melanjutkan ke jenjang kuliah atau S2 dan S3. Jadi harapan ke depannya sahabat-sahabat, baik di Ansor maupun Banser, kalau mau kuliah ya di UAS saja. Kita sudah ada kerja sama,” kata Agus.
Ia menjelaskan, keberadaan kader yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi diharapkan semakin memperkuat organisasi. Kader tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, serta keterampilan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Melalui kerja sama dengan UAS, GP Ansor Kencong juga ingin menciptakan ruang yang lebih luas bagi kader untuk mengikuti seminar, pelatihan dan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.
“Kerja sama ini nanti ke depan juga akan berkaitan dengan kegiatan seminar, pelatihan, kemudian pengabdian masyarakat yang lain,” ujar Agus.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen GP Ansor Kencong untuk terus bergerak dan hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Organisasi tidak hanya menjalankan kegiatan internal, tetapi juga berupaya membangun jejaring dengan berbagai lembaga agar program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat lebih luas.
Salah satu rencana yang menjadi bagian dari pengembangan kerja sama tersebut adalah pembentukan Kampung Moderasi Beragama di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember.
Program tersebut dinilai sejalan dengan semangat GP Ansor dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran dan saling menghargai. GP Ansor Kencong diharapkan dapat mengambil peran bersama berbagai elemen masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang kuat di tengah keberagaman.
“Selain pendidikan dan pengembangan kapasitas kader, salah satu program yang direncanakan adalah pembentukan Kampung Moderasi Beragama di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember,” jelas Agus.
Dari perspektif GP Ansor, kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat organisasi melalui jejaring kelembagaan. Perguruan tinggi memiliki kekuatan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian, sementara GP Ansor memiliki jaringan kader dan pengalaman dalam kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Pertemuan kedua lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program konkret yang melibatkan kader Ansor dan Banser secara langsung.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAS, Qurrotul Ainiyah, S.Pd., M.Sy., menyambut baik kerja sama dengan GP Ansor Kencong. Ia menilai kedua lembaga memiliki perhatian yang sama terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, MoU tersebut harus dilanjutkan dengan kegiatan nyata sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, kita sebagai sama-sama yang punya konsen terutama di dalam pengabdian, punya konsen untuk sama-sama mengabdi terhadap masyarakat. Saya kira MoU ini tidak hanya sekadar di atas kertas,” ungkapnya.
Qurrotul mengajak GP Ansor dan UAS untuk terus membangun kolaborasi dalam berbagai bidang. Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat dalam kerja sama, maka semakin besar pula peluang untuk menghadirkan program pengabdian yang berdampak.
“Kita bekerja sama, monggo kita bergandeng tangan. Semakin banyak mitra kita bergandeng tangan, semakin ringan kita melakukan pengabdian terhadap masyarakat,” tuturnya.
Kerja sama antara GP Ansor Kencong dan UAS Kencong tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program strategis, mulai dari peningkatan pendidikan kader, seminar dan pelatihan, hingga kegiatan sosial keagamaan dan pengabdian masyarakat.
Bagi GP Ansor Kencong, penguatan kader bukan hanya tentang menambah jumlah anggota, tetapi juga membangun generasi muda yang memiliki kapasitas, wawasan, kepedulian sosial dan kemampuan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Dengan adanya sinergi bersama UAS, GP Ansor Kencong ingin memastikan kader Ansor dan Banser memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang sekaligus tetap berakar pada semangat pengabdian.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi GP Ansor Kencong untuk semakin aktif membangun jaringan, meningkatkan kualitas kader dan menghadirkan gerakan kepemudaan yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.































