*KENCONG* – Langkah taktis menuju era administrasi modern terus dipacu oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong. Bertempat di Ruang Rapat Utama lantai 1 Kantor PCNU Kencong, suasana hangat dan fokus terlihat jelas saat jajaran pengurus dan tim admin berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digdaya NU Persuratan pada Selasa (10/6/2026) malam. Dimulai tepat pukul 19.30 WIB hingga selesai, agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Kencong, KH. Zainil Ghulam, M.H.I., dan Sekretaris PCNU Kencong, Irfan Fauroni, M.Pd. Forum ini dirancang khusus sebagai ruang konsolidasi, penguatan teknis, serta penyamaan persepsi bagi tim admin Digdaya yang terdiri dari para sekretaris lembaga dan sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-wilayah PCNU Kencong.
Dalam arahannya, KH. Zainil Ghulam, M.H.I. menyampaikan bahwa program “Digdaya Kepengurusan” yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan kompas baru pergerakan organisasi. Jargon “Digdaya” bukan sekadar slogan penanda kekuatan basis massa (jamaah) dan struktur (jam’iyah), melainkan sebuah akronim dari digitalisasi dan layanan. Beliau menegaskan bahwa ke depan, seluruh gerak nadi administrasi organisasi harus berbasis digital agar NU dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan nyata kepada umat.
Senada dengan hal tersebut, Irfan Fauroni, M.Pd. memaparkan secara detail mengenai penerapan sistem Digdaya Persuratan ini. Ia menjelaskan bahwa proses surat-menyurat resmi organisasi kini beralih sepenuhnya ke ranah digital lewat sistem nirkertas (paperless), di mana dokumen fisik digantikan oleh sistem elektronik yang memanfaatkan barcode sebagai pengesahan tanda tangan digital yang sah dan aman.
Sistem digital ini wajib diimplementasikan secara disiplin oleh tim admin di tingkat lembaga hingga seluruh MWCNU se-PCNU Kencong guna mempermudah koordinasi administrasi berjenjang, baik secara vertikal maupun horizontal. Selain itu, proses pengarsipan, pendataan pengurus, hingga pelaporan dokumen organisasi kini menuntut kelengkapan data administratif yang diunggah langsung melalui sistem pengajuan daring.
Sistem yang terintegrasi ini dirancang agar penilaian kinerja kepengurusan di tingkat cabang dapat berjalan secara objektif dan otomatis berdasarkan data aktual yang terverifikasi di sistem pusat. Oleh karena itu, Irfan menekankan pentingnya kesiapan, ketelitian, dan kerja keras para sekretaris lembaga serta MWCNU selaku motor penggerak digitalisasi ini.
Di sela-sela simulasi teknis aplikasi, ditekankan pula bahwa rapinya sistem administrasi digital ini harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. PCNU Kencong berkomitmen bahwa transformasi digital ini berjalan selaras dengan aturan kaderisasi formal NU, di mana para pengelola organisasi dituntut memiliki kompetensi kepemimpinan dan pemahaman ideologis yang matang melalui jenjang pelatihan resmi seperti PD-PKPNU dan PMKNU. Melalui bimtek yang masif dan terstruktur ini, PCNU Kencong memastikan bahwa proses regenerasi dan manajemen organisasi dapat berjalan sehat serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Acara Bimtek Digdaya NU Persuratan ini ditutup dengan sesi tanya jawab teknis dan doa bersama. Pertemuan malam itu meninggalkan semangat baru bagi tim admin dan pengurus PCNU Kencong untuk bergerak lincah menyongsong era digital, tanpa sedikit pun melepaskan jangkar tradisi, khazanah keilmuan, dan nilai-nilai khidmat yang menjadi identitas dasar Nahdlatul Ulama.
























