Menu ✖

Mode Gelap
Mohammad Erfan Agustian Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua IKA PMII Jember, Sosok Pengusaha dan Aktivis Sosial Semarak HSN dan Hari Pahlawan SDS NU Padomasan: 800 Peserta Ikuti Cosplay Pahlawan hingga Bersholawat Jelang Kongres IPNU XXI, Ketua PC IPNU Kencong Dorong Pengembalian Usia IPNU Menjadi 27 Tahun MI Miftahul Ulum 1 Mayangan, sebagai alarm untuk masyarakat sekitar  Semarak Hari Santri Nasional 2026, MWCNU Umbulsari Gelar Gerak Jalan Bersarung, Diikuti 135 Regu Setinggi Apa Pun Jabatanmu, Kau Tidak Lebih dari Seorang Pelayan

WARTA

Rois Syuriah NU Kepanjen Dorong Seluruh Pesantren IPNU-IPPNU-kan Santri

badge-check


					Rois Syuriah NU Kepanjen Dorong Seluruh Pesantren IPNU-IPPNU-kan Santri Perbesar

 Download PDF

Gumukmas — Rois Syuriah Ranting NU Kepanjen, Kyai Yusuf Hafash, mendorong seluruh pondok pesantren di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, untuk menguatkan kaderisasi pelajar melalui organisasi IPNU dan IPPNU.

Kyai Yusuf Hafash yang juga merupakan Pengasuh PP Al Azhar Prenduan Kepanjen menyampaikan bahwa seluruh santri di lingkungan pesantren diharapkan wajib mengikuti IPNU maupun IPPNU. Menurutnya, keterlibatan santri dalam organisasi pelajar NU penting sebagai bekal dalam memahami nilai-nilai ke-NU-an sekaligus membangun kemampuan berorganisasi.

“Semua santri wajib ber-IPNU dan IPPNU. Karena itu, Makesta ini wajib diadakan di semua pesantren yang ada di Kepanjen,” ungkap Kyai Yusuf Hafash.

Ia menegaskan, pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di setiap pesantren tidak cukup dilakukan secara parsial, tetapi perlu digagas dan dikerjakan secara bersama-sama oleh Pengurus Ranting NU Kepanjen, PR IPNU-IPPNU Kepanjen, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gumukmas, serta PC IPNU-IPPNU Kencong.

Menurutnya, Makesta bukan hanya menjadi pintu masuk kaderisasi, tetapi juga menjadi ruang pembekalan bagi para santri agar memiliki pemahaman dasar tentang Aswaja, Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU, serta keorganisasian.

“Targetnya, santri harus paham tentang materi Aswaja, NU, IPNU-IPPNU dan keorganisasian. Ini menjadi bekal bagi mereka ketika nantinya terjun di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sejumlah pesantren di Desa Kepanjen yang akan menjadi sasaran tindak lanjut di antaranya PP Al Azhar Kepanjen, PP Mathlabul Ulum, PP Al Badriyah, PP Miftahul Ulum, dan PP I’anatut Tholibin.

Kyai Yusuf Hafash menyebut, pesantren-pesantren tersebut merupakan sebagian dari pondok pesantren yang berada di Desa Kepanjen. Hal itu mengingat Desa Kepanjen memiliki jumlah pondok pesantren yang cukup banyak dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Gumukmas.

Ke depan, program tersebut akan terus ditindaklanjuti dengan menyasar pesantren-pesantren lain yang belum tersentuh program kaderisasi IPNU-IPPNU. Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem kaderisasi pelajar NU yang kuat dan berkelanjutan di Desa Kepanjen.

Dengan adanya sinergi antara NU, IPNU-IPPNU di tingkat ranting, PAC hingga PC, gerakan IPNU-IPPNU-kan santri diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Makesta, tetapi berlanjut pada proses pembinaan dan kaderisasi secara berkelanjutan di masing-masing pesantren.

Baca Lainnya

PC LKKNU Kencong Gandeng KUA Kencong Gelar BRUN untuk Remaja dan Mahasiswa

24 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Pererat Silaturahmi Antar Pengasuh Pesantren, PC RMINU Kencong Gelar Liwetan dan Refleksi HSN 2026

24 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Ketika Hari Santri Hanya Menjadi Rutinitas Tahunan

23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

PRNU Kasiyan Timur Gelar Peringatan HSN dengan Santunan Sembako

22 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Kebanggaan Banser Kencong, Komandan Ridhwan Khamid Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Jember

22 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Trending di WARTA