Wujudkan Pesantren Ramah Difabel, PC Fatayat NU Kencong dan Yayasan Mabdaul Ma’arif Jombang Jember Penandatanganan MoU Pendidikan InklusiJEMBER, Radar Nu – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong secara resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Mabdaul Ma’arif Jombang, Jember, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pendidikan Inklusi. Acara tersebut berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) SMK Mabdaul Ma’arif, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (11/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan PP Mabdaul Ma’arif Dr. K.H. Rijal Mumazziq Zionis, M.HI., Ketua PC Fatayat NU Kencong Hj. Minhajul Abidah, serta Ketua Ranting Fatayat NU Jombang Anik Nur Maidah, S.S., M.Pd., beserta jajaran pengurus dan pimpinan unit pendidikan.
Dalam sambutannya, K.H. Rijal Mumazziq Zionis menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental bagi seluruh anak bangsa. Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah diukur dari ketakwaan, bukan aspek fisik maupun keterbatasan. Rasulullah SAW pun memberi teladan dalam memberikan perhatian serta ruang yang setara. Menurutnya, kesepakatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata menciptakan pesantren yang ramah dan terbuka bagi anak-anak berkebutuhan khusus (differently abled).
Sementara itu, Hj. Minhajul Abidah menyampaikan rasa syukur atas kemitraan strategis ini. Ia menilai pesantren memiliki peran vital sebagai benteng moral dan keilmuan. Perpaduan antara tradisi pesantren dan nilai inklusivitas diharapkan mampu membangun masyarakat yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki empati mendalam.
Senada dengan hal tersebut, Anik Nur Maidah turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengasuh yayasan serta kepala unit pendidikan yang terlibat, di antaranya PAUD Mamhara (Risma Yuridah, S.Pd.), TK Dewi Masyithoh 07 (Umi Aniroh, S.Pd.), MTs Mabdaul Ma’arif (Abd. Rohman, S.Pd.I.), dan SMK Mabdaul Ma’arif (Langgeng Kusumo Atmojo, S.HI., M.Pd.). Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan lingkungan belajar yang setara dan inklusif di wilayah Jember.































