Kencong, Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi salah satu perhatian Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kencong. Ketua PC IPNU Kencong, Rekan Miko Dwi Firmansyah, menegaskan komitmennya untuk ikut mengambil peran dalam memberikan akses pendidikan dan ruang pengembangan bagi anak-anak yang tidak sekolah.
Hal tersebut disampaikan Miko dalam sambutannya pada kegiatan Pelantikan Pengurus PC IPNU-IPPNU Kencong yang digelar pada Ahad, 9 Agustus 2026 bertempat di aula PCNU Kencong
Dalam sambutannya, Miko menyoroti masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jember. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“Kita melihat masih banyak anak tidak sekolah di Kabupaten Jember. Karena itu, melalui IPNU kita ingin hadir memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan mengembangkan potensi diri,” ujar Miko.
Ia menjelaskan, salah satu program yang akan menjadi bagian dari gerakan PC IPNU Kencong adalah Rumah Belajar Program tersebut disiapkan sebagai ruang belajar sekaligus ruang diskusi bagi anak-anak yang tidak sekolah agar tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan.
Bahkan, Miko menegaskan bahwa PC IPNU Kencong siap memfasilitasi anak-anak yang ingin mengikuti ujian kesetaraan atau Paket secara gratis Fasilitas tersebut ditujukan bagi anak tidak sekolah yang berusia di bawah 21 tahun, dengan syarat bergabung dalam organisasi IPNU.
“Kita siap IPNU-kan anak tidak sekolah. Bagi mereka yang berusia di bawah 21 tahun dan ingin mendapatkan kesempatan pendidikan melalui ujian Paket, kita siap memberikan fasilitas secara gratis. Syaratnya, mereka bergabung dengan IPNU,” tegasnya.
Menurut Miko, langkah tersebut bukan sekadar upaya menambah jumlah kader organisasi, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial IPNU dalam memberikan akses dan kesempatan kepada anak-anak yang telah keluar dari sistem pendidikan formal.
“IPNU jangan hanya menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yang masih sekolah. Kita juga harus menjadi rumah bagi anak-anak yang sudah tidak sekolah, supaya mereka tetap memiliki ruang untuk belajar dan berkembang,” lanjutnya.
Program Rumah Belajar tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret PC IPNU Kencong dalam merespons persoalan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jember. Selain mendapatkan ruang belajar, para peserta juga akan diarahkan untuk aktif dalam kegiatan organisasi, diskusi, serta berbagai aktivitas pengembangan diri.
Pelantikan pengurus PC IPNU-IPPNU Kencong tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Wakil Ketua PCNU Kencong, Ketua MA IPNU Kencong, jajaran alumni, perwakilan PW IPNU-IPPNU Jawa Timur, lembaga dan badan otonom (Banom) di bawah naungan PCNU Kencong, serta Ketua PD IPM Jember.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru PC IPNU-IPPNU Kencong untuk memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program kaderisasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui komitmen tersebut, PC IPNU Kencong menegaskan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan gerakan bersama. IPNU Kencong pun menyatakan siap mengambil bagian dengan membuka ruang belajar dan memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan secara optimal.































