KENCONG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong sukses menggelar Apel Kader NU dan Mujahadah Kubro di kawasan pesisir Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Sabtu (31/10/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 21.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta dari lima kecamatan dan jajaran panitia lengkap.
Kemeriahan dan kekhidmatan acara tampak dari luasnya elemen yang hadir. Tidak hanya jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kencong, hadir pula para Mustasyar, A’wan, tamu undangan dari kalangan pejabat, tokoh masyarakat lintas elemen, hingga pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom). Keamanan lokasi dipastikan kondusif berkat kesiagaan ratusan personel Banser aktif, sementara puluhan kader IPNU, IPPNU, dan Fatayat sigap mengawal meja registrasi peserta.
Tak ketinggalan, aspek kemanusiaan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan mendapat perhatian serius dari panitia. Puluhan relawan LPBINU Cabang Kencong tampak sigap mendirikan posko siaga bencana sekaligus menyiapkan puluhan wadah plastik besar sebagai tempat pembuangan sampah di sepanjang lapangan acara guna menjaga kebersihan. Di sisi lain, puluhan kader LKNU Cabang Kencong membuka posko pelayanan kesehatan gratis untuk jamaah, yang turut didukung oleh kesiagaan unit ambulans dari Lazisnu dan Ansor Jombang.
Suasana batin para hadirin sudah mulai disucikan sebelum acara inti melalui praacara berupa Khotmil Qur’an oleh 20 anggota JQHNU serta salawat dari 50 personel ISHARI, yang dipandu oleh M. Wifaqul Azmi, guru SD Unggulan Assunniyyah sekaligus anggota MDS Rijalul Ansor PAC Ansor Kencong.
Memasuki agenda inti, Apel Kader dibuka dengan tim pengibar bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama oleh 21 siswa SMP Trunojoyo Cakru serta 6 siswa SMK Ma’arif An Nahdliyah Gumukmas. Bertindak sebagai dirijen adalah Ketua LESBUMINU Kencong, Sayyid Abdulloh, sementara apel dipimpin langsung oleh Komandan Satkorcab Banser Kencong, Ridhwan Khamid.
Bertindak sebagai pembina apel, Ketua PCNU Kencong KH. Zainil Ghulam memberikan amanat penting kepada ribuan kader yang hadir. Gus Ghulam menekankan agar para kader senantiasa meneladani perjuangan ulama dan santri terdahulu, peka terhadap kebersihan lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, serta mendorong lahirnya kader-kader yang menguasai bidang-bidang strategis.
Usai apel, acara berlanjut ke sesi Mujahadah Kubro. Rangkaian tawassul, istighosah, dan tahlil dipimpin KH. Syaifullah Syuaib. Doa dipanjatkan secara bergantian oleh K. Achmad Laiq Athoillah, KH. Syaifullah Syuaib, KH. Abdullah Ubaid Syafawi, dan H. Saifuddin. Di tengah khidmatnya doa, Ketua PC LAZISNU Kencong, Ihya Ulumuddin, juga memimpin penggalangan donasi dari para peserta.
Puncak siraman rohani disampaikan melalui taujihat oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH. Ahmad Khoir Zad Maddah. Beliau memaparkan dua karakter utama santri yang dicontohkan oleh KH. Hasyim Asy’ari, yaitu khidmah ilmu dengan terus memperkuat kualitas keilmuan melalui belajar tanpa henti, serta khidmah guru yang diwujudkan lewat sikap takzim kepada kiai dan guru pembimbing sejak usia dini hingga di pesantren.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Badri Munawwar Saifurrizal pengasuh PP. Tanwirul Ulum Umbulsari. Kesuksesan dan kelancaran acara akbar ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan gotong royong MWCNU Kencong serta Ranting NU Paseban yang bertindak sebagai tuan rumah.
Mewakili seluruh jajaran panitia, Ketua Panitia Imam Syafii menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara dan tingginya partisipasi berbagai pihak. Ia menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran seluruh hadirin sekaligus memohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan sejak tahap persiapan hingga selesainya acara.




































