KENCONG — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong bersiap menyambut puncak rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan terbuka. Menjelang pelaksanaan agenda akbar tersebut, Ketua Panitia Persiapan HSN 2026 PCNU Kencong, Imam Syafii, mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi para kader, warga NU, dan seluruh hadirin yang akan memadati lokasi kegiatan.
Agenda puncak yang mengusung tema Apel Kader NU dan Mujahadah Kubro ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 18.00 WIB (bakda Magrib) hingga selesai. Berbeda dari lokasi konvensional, kegiatan sakral dan kebangsaan ini mengambil tempat di Pesisir Pantai Paseban, Kencong.
Mengingat lokasi kegiatan berada di area pesisir terbuka, Imam Syafii secara khusus mengingatkan para peserta untuk mempersiapkan diri secara optimal dengan membawa sejumlah perlengkapan pribadi. Berdasarkan imbauan resmi panitia, para hadirin diminta membawa alat salat serta sajadah, tikar atau alas duduk, serta payung untuk mengantisipasi kondisi cuaca di lapangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan kader yang akan hadir untuk memperhatikan kenyamanan bersama dengan membawa perlengkapan pribadi seperti alat salat, sajadah, alas duduk atau tikar, serta payung,” ujar Imam Syafii dalam keterangannya.
Selain kesiapan fisik dan logistik pribadi, panitia juga menaruh perhatian besar terhadap aspek kebersihan lingkungan dan kelestarian alam selama acara berlangsung. Imam Syafii mengajak seluruh warga NU yang hadir untuk turut serta menyukseskan gerakan ramah lingkungan dengan meminimalkan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Para peserta diimbau untuk membawa wadah makanan (food container) sendiri serta membawa botol minum (tumbler) pribadi.
“Lingkungan bersih, ibadah pun khusyuk. Mari bersama-sama wujudkan kegiatan Apel Kader NU dan Mujahadah Kubro PCNU Kencong yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan botol plastik dan kemasan makanan sekali pakai,” pesan Imam Syafii menegaskan semangat kepedulian lingkungan tersebut.
Rangkaian acara puncak HSN 2026 ini sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan spiritual dan konsolidasi kader yang padat, dimulai sejak siang hari. Agenda diawali dengan Khotmil Quran oleh JQHNU pada pukul 14.00–17.00 WIB, dilanjutkan registrasi peserta, jamaah Salat Magrib, pelantunan shalawat oleh ISHARI, Apel Kader NU, Mujahadah Kubro, penyampaian taujihat—yang menghadirkan Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH. Ahmad Khoir Zad Maddah—serta ditutup dengan doa bersama.
Melalui imbauan ini, panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan akbar di Pesisir Pantai Paseban dapat berjalan dengan tertib, khidmat, lancar, serta membawa berkah dan kemaslahatan bagi seluruh kader serta umat.






























