Kencong – Melibatkan berbagai badan otonom, lembaga, dan elemen masyarakat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong mematangkan persiapan Apel dan Mujahadah Kubro dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 31 Oktober 2026 di Pantai Paseban, Kabupaten Jember. Kegiatan berskala besar ini diperkirakan dihadiri sekitar 5.000 jamaah Nahdlatul Ulama, sehingga membutuhkan koordinasi lintas unsur untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, mulai dari prosesi keagamaan, pelayanan jamaah, pengamanan, hingga kebersihan dan kesehatan.
Besarnya skala kegiatan tersebut mendorong PCNU Kencong membagi tugas secara terpadu. Panitia utama, tim protokoler, panitia lokal, badan otonom, dan lembaga NU mengambil peran masing-masing untuk mendukung kelancaran acara. Keterlibatan berbagai unsur ini sekaligus menjadi bentuk gotong royong organisasi dalam menyukseskan agenda keagamaan di kawasan Pantai Paseban.
Panitia utama dipimpin oleh Ustaz Imam Syafii, Wakil Ketua PCNU Kencong. Sementara itu, tugas protokoler dikoordinasikan oleh Robitus Sirojuddin, Wakil Sekretaris PCNU Kencong, yang bertanggung jawab mendukung keteraturan susunan acara serta koordinasi antarpihak selama kegiatan berlangsung.
Di tingkat lokal, kepanitiaan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan Ranting NU Paseban di bawah koordinasi Ustaz Ghofirin. Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan lokasi serta membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di kawasan Pantai Paseban.
Dari sisi rangkaian keagamaan, Jam’iyah Quro’ wal Hufadz (JQH) Cabang Kencong dijadwalkan mengisi kegiatan khatmil Quran. Sementara itu, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Cabang Kencong akan mengisi acara selawat Nabi. Kedua unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana religius dalam puncak peringatan HSN yang dirangkai dengan Apel dan Mujahadah Kubro.
Pelayanan kepada jamaah juga menjadi perhatian panitia. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Cabang Kencong menyiapkan sekitar 5.000 cup minuman berupa air mineral, kopi, dan teh untuk membantu memenuhi kebutuhan jamaah selama kegiatan berlangsung.
Dalam aspek keamanan, Banser bertindak sebagai koordinator pengamanan dengan dukungan Pagar Nusa dan Garda Fatayat (GARFA). Ketiga unsur tersebut bertugas menjaga keamanan dan ketertiban jamaah, membantu pengondisian di area kegiatan, serta mendukung pengawalan para kiai dan nyai selama rangkaian acara berlangsung.
Sementara itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kencong akan menjalankan aksi peduli sampah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan kawasan Pantai Paseban selama kegiatan, sekaligus mendorong kesadaran jamaah agar turut menjaga lingkungan tempat berlangsungnya acara.
Pada sektor administrasi, IPNU, IPPNU, dan Fatayat NU dilibatkan sebagai petugas administrasi dan registrasi jamaah. Tugas tersebut diharapkan membantu proses pendataan serta mengatur kebutuhan administrasi peserta agar pelaksanaan kegiatan berjalan lebih tertib.
Dukungan layanan kesehatan disiapkan oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Kencong melalui pembukaan posko kesehatan selama acara berlangsung. Posko ini disediakan untuk memberikan pelayanan awal bagi jamaah yang membutuhkan bantuan kesehatan selama mengikuti kegiatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persiapan puncak HSN PCNU Kencong tidak hanya berfokus pada jalannya acara utama, tetapi juga mencakup keamanan, pelayanan jamaah, kesehatan, administrasi, dan kebersihan lingkungan.
Dengan pembagian tugas dan koordinasi lintas unsur, PCNU Kencong menargetkan Apel dan Mujahadah Kubro di Pantai Paseban pada 31 Oktober 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat, sekaligus menjadi momentum penguatan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.






























