اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ. قَالَ تَعَالَى : لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Hadirin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.
Lahirnya Nabi Muhammad membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia bahkan seluruh makhluk Allah. Diangkatnya Baginda Muhammad menjadi Nabi dan Rasul menjadi penyempurna Syari’at para Nabi sebelumnya serta menata perilaku manusia.
Sayyidina Umar menyebutkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad membuat rasa aman bagi diri manusia. Sedangkan Sayyidina Ali menyebutkan bahwa agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad menjadi penyelamat umat di akhirat. Penyampaian pengetahuan yang dibawa sangat logis dan bermartabat.
Dari dua atsar ini, dapat dipahami bahwa umat sangat butuh sosok Baginda Rosulullah, terutama hidup di masa sekarang.
Hidup di akhir zaman sekarang ini seakan kembali ke zaman jahiliah. Manusia menganggap jabatan akan membuatnya terhormat, harta akan membuatnya berwibawa, pekerjaan akan menyelamatkan kehidupannya, kecerdasan akan membuatnya dimulyakan.
Nabi bersabda :
ان الله تعالى يحتج يوم القيامة على الأغنياء بسليمان بن داود
Seorang pemimpin berdalih sibuk memimpin hingga lupa beribadah. Orang kaya raya berdalih sibuk dengan harta, hingga malas bertemu Tuhannya. Padahal kerajaan dan kekayaannya tidak ada apa-apanya dibandingkan kerajaan dan kekayaan Nabi Sulaiman as.
Sebagai orang mu’min harus berkeyakinan bahwa :
1. Kehormatan bukan hanya karena jabatan, tapi karena ketaqwaan. (QS Al Hujurat 13)
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣
2. Wibawa bukan hanya karena banyak harta, tapi karena akhlak mulia dalam bertindak dan bertutur kata.
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling mulia akhlaknya,” [HR Bukhari: 6035, Muslim
3. Kehidupan bukan hanya karena diselamatkan oleh pekerjaan, tetapi karena keberkahan rizki halal yang dibagikan. (QS Saba’ 39).
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗۗ وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٣٩
4. Kemuliaan bukan hanya dari kecerdasan, tapi karena mengamalkan ilmu pengetahuan.
إِنَّ الْعِلْمَ شَجَرَةٌ وَالْعَمَلَ ثَمَرَةٌ، وَلَيْسَ يُعَدُّ عَالِمًا مَنْ لَمْ يَكُنْ بِعِلْمِهِ عَامِلًا (اقتضاء العلم العمل صـ١٨)
Sungguh ilmu ibarat pohon sedang amal sebagai buahnya, dan seseorang itu tidak dianggap berilmu hingga dia mengamalkan ilmunya. (Imam Khotib Al-Baghdadi)
Hadirin sekalian,
Nabi Muhammad pernah mengalami hidup di muka bumi yang fana ini. Tentunya banyak rintangan permasalahan yang ia alami, suka dan duka ia jalani. Dan dia berhasil melaluinya dengan sempurna. Suri tauladan yang ia contohkan semasa hidupnya menjadi tolak ukur berhasil tidaknya kita sebagai umatnya. Tentunya kita tidak mampu menirunya 100%, namun kita wajib berusaha seraya berdo’a.
Di bulan Kelahirannya ini, mari kita berdo’a bersama :
Ya Allah, tentu cinta kami kepada Nabi Muhammad tak sebesar para Sahabat. Meskipun demikian, pertemukan kami dan keluarga kami dengan Nabi Muhammad, entah itu di Mahsyar, atau di depan timbangan amal, atau di depan jembatan akhirat, yang kemudian kami layak menjadi umat yang mendapatkan syafaat, hingga bahagia di akhirat. Amin..
وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن































