Menu

Mode Gelap
Satkorcab Banser Kencong Amankan Haul ke-33 KH. Jauhari Zawawi, Wujud Khidmah Melayani Ulama dan Jamaah Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kerukunan, PC Fatayat NU Kencong Safari Silaturrahmi ke Kemenag dan Diskominfo Jember Perkokoh Ketahanan Sosial Dan Desa Sahabat PC Fatayat NU Kencong Gelar Audiensi Strategis Bersama Bakesbangpol Jember Semarakkan HUT ke-81 RI, PC Fatayat NU Kencong Gelar Senam Bersama dan Layanan Kesehatan Gratis PCNU Kencong Buka Pre-Order Kaos Resmi Muktamar NU ke-35, Pemesanan Hingga 10 Agustus 2026 PAC GP Ansor Gumukmas Gelar Donor Darah Gratis, Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

WARTA

Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Jember Bahas Potensi Konflik dan Toleransi

badge-check


					Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Jember Bahas Potensi Konflik dan Toleransi Perbesar

 Download PDF

Jember, 30 September 2025 — Sejumlah tokoh agama, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), serta organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menghadiri Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama yang digelar di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Selasa (30/9) pagi. Forum ini membahas isu-isu aktual terkait kerukunan dan potensi konflik antarumat beragama di daerah.

Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan H. Ahmad Tholabi, M.Hi., dan Dr. Santoso. Keduanya menegaskan pentingnya perhatian terhadap persoalan sosial, bahkan yang dianggap kecil sekalipun. Doa penutup seremoni dipimpin Ketua PCNU Kencong, KH. Zainil Ghulam, M.Hi.

Dalam sesi dialog, sejumlah isu mengemuka. Antara lain penolakan masyarakat terhadap kehadiran tokoh agama tertentu di Ambulu, munculnya jamaah thoriqoh baru bernama Jatma Aswaja, keberadaan aliran Bahai di Lengkong, serta polemik pendirian Masjid Al-Firdaus di Kaliwates yang menuai keberatan warga.

Ketua MUI Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan perlunya deteksi dini konflik keagamaan. Menurutnya, pluralitas adalah realitas yang tidak dapat dihindari.

“Perbedaan dalam akidah, fikih, maupun tasawuf bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan bijak. Tugas tokoh agama adalah menjaga agar perbedaan tidak memicu perpecahan,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan KUA turut menyampaikan berbagai permasalahan di lapangan. KUA Jenggawah melaporkan adanya pasangan pengantin yang mengaku beragama Bahai, sementara KUA Patrang menyoroti konflik internal pengurus masjid di Gebang. Dari Kaliwates, KUA mengungkap keluhan warga atas pembangunan masjid tanpa komunikasi dengan tokoh sekitar.

Muhammadiyah juga menyinggung laporan adanya kegiatan HTI yang dikemas dalam acara Maulid Nabi di Perumahan Argopuro. Sementara dari PCNU Kencong, Bapak Arifunnajih menyoroti penggunaan sound horeg dalam karnaval yang masih menimbulkan keresahan masyarakat.

Dialog yang berlangsung hingga pukul 11.15 WIB ini ditutup dengan bacaan hamdalah, bertepatan dengan azan Zuhur.

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kerukunan, PC Fatayat NU Kencong Safari Silaturrahmi ke Kemenag dan Diskominfo Jember

5 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, PC Fatayat NU Kencong Gelar Senam Bersama dan Layanan Kesehatan Gratis

2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

PCNU Kencong Buka Pre-Order Kaos Resmi Muktamar NU ke-35, Pemesanan Hingga 10 Agustus 2026

28 Juli 2026 - 14:20 WIB

Melalui Program Goes to School, IPNU IPPNU Umbulsari Kenalkan Organisasi Pelajar NU di Sekolah

15 Juli 2026 - 19:21 WIB

Soliditas Nahdliyin Terjaga: PCNU Kencong Gerakkan Twibbon Kawal Muktamar NU ke-35, Unduh Twibbonmu Sekarang

13 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di WARTA