SINERGI LINTAS SEKTOR MEMPERKUAT EKOSISTEM KERUKUNAN DESA PANCASILA; FATAYAT NU RANTING SUKORENO MENGGELAR DIALOG INTERAKTIF LINTAS AGAMA”. Pimpinan Ranting Fatayat NU Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember dengan Dukungan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kencong bersama tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Merawat Desa Sukoreno, Menjaga Pancasila: Kolaborasi Lintas Sektor Mengukuhkan Desa Pancasila Kabupaten Jember”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (15/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Umbulsari, Kepala Desa Sukoreno, Bakesbangpol Jember (Desi Herawati, S. KOM., M. M, Kemenag Jember, perwakilan FKUB ( Ahmad Badrus Sholihin, S.S., M. A, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur K.H. Khoiruzzad Maddah, serta para pemuka agama Hindu (Sudarmani), Katolik (Romo T. Catur Widodo), dan Ketua Sapto Darmo (Sunyoto). Turut hadir pengurus harian PC hingga PR Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Ansor Kencong dan Umbulsari, admin kanal pengaduan Wadul Gus e Nihayatus Sa’adah, S.Pd., KUB Umbulsari, serta mahasiswa KKN Kolaboratif.
Dalam rangkaian acara dialog interaktif K.H. Khoiruzzad Maddah menegaskan pentingnya dakwah inklusif yang menampilkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin guna membawa kedamaian bagi seluruh alam. Sementara itu, forum dialog menyepakati bahwa Desa Sukoreno menjadi simbol ruang inklusif, tempat keberagaman suku, agama, dan budaya menyatu dalam semangat gotong royong.
Sejumlah poin penting dirumuskan dalam dialog tersebut, di antaranya penetapan Desa Sukoreno sebagai laboratorium sosial untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda. Para tokoh menekankan bahwa kedamaian dan toleransi harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Selain itu, ekosistem Desa Pancasila diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan karakter damai, tetapi juga produktif dalam ekonomi dan bisnis.
Keberhasilan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi percontohan role model bagi daerah lain dalam membangun ketahanan nasional berbasis komunitas. Para peserta juga mendorong penerbitan SK resmi penetapan Desa Pancasila serta pentingnya mengamplifikasi semangat toleransi ini melalui media sosial dan kreativitas media.































