Menu ✖

Mode Gelap
Mondok, Apakah Masih Menarik? Menemukan Kembali Makna Pesantren di Tengah Tantangan Zaman Manut Dawuh Kiai, Wakil Ketua MA PC IPNU Kencong Dukung Surat Cinta Ulama untuk Bupati Jember, Desak Penghentian Sound Horeg Ketika Guru Ngaji Kalah oleh Suara Sound MA Darul Huda Bagorejo Jadi Pilot Project Aplikasi Pembelajaran Digital dari Akademisi Surabaya Pelatihan Remaja Masjid dan Musholla, Peserta dibimbing Produksi Konten Berbasis AI Muhammad Yasin Yusuf Ghozali: Tak Pernah Berhenti Berkhidmat dan Belajar

BANOM

Manut Dawuh Kiai, Wakil Ketua MA PC IPNU Kencong Dukung Surat Cinta Ulama untuk Bupati Jember, Desak Penghentian Sound Horeg

badge-check


					Manut Dawuh Kiai, Wakil Ketua MA PC IPNU Kencong Dukung Surat Cinta Ulama untuk Bupati Jember, Desak Penghentian Sound Horeg Perbesar

 Download PDF

Jember – Dukungan terhadap surat cinta yang ditujukan kepada Bupati Jember terkait desakan penghentian kegiatan sound horeg terus mendapat perhatian. Ridwan Khamid, selaku Wakil Ketua Majelis Alumni (MA) PC IPNU Kencong, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi para ulama Jember sebagai bentuk kepatuhan terhadap dawuh kiai sekaligus kepedulian terhadap kondisi sosial dan moral generasi muda.

 

Surat cinta tersebut muncul setelah pelaksanaan Forum Focus Group Discussion (FGD) Ulama se-Kabupaten Jember yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember pada 8 Oktober 2026. Melalui forum tersebut, para ulama menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait fenomena sound horeg yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

 

Surat tersebut berisi permohonan kepada Bupati Jember agar mengambil langkah tegas untuk menghentikan kegiatan sound horeg. Aspirasi ini disampaikan sebagai bentuk harapan kepada pemimpin daerah yang mencintai rakyatnya agar turut menjaga ketertiban sosial, kesehatan masyarakat, serta nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

 

Ridwan Khamid menegaskan bahwa dukungannya terhadap aspirasi para ulama juga didasarkan pada latar belakangnya sebagai seorang guru. Menurutnya, fenomena sound horeg tidak cukup dipandang sebagai persoalan hiburan semata, tetapi perlu dilihat dari dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan sosial, dan perkembangan moral para pelajar.

 

“Sebagai seorang guru, saya melihat fenomena sound horeg ini perlu menjadi perhatian bersama. Selain persoalan kesehatan akibat suara yang sangat keras, kegiatan semacam ini juga berpotensi memberikan pengaruh terhadap moral dan perilaku para pelajar. Dalam beberapa bentuk penyelenggaraannya, sound horeg bahkan dapat menyerupai diskotik berjalan yang tidak layak dijadikan tontonan bagi generasi muda,” tegas Ridwan.

 

Ia menilai bahwa generasi muda membutuhkan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan perkembangan intelektual. Oleh karena itu, setiap bentuk hiburan di ruang publik perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan para pelajar yang masih berada dalam tahap pembentukan karakter.

 

Lebih lanjut, Ridwan menyampaikan bahwa dukungan terhadap surat cinta ulama tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menghormati dan mengawal aspirasi para kiai serta ulama. Baginya, manut dawuh kiai bukan sekadar mendengarkan nasihat, melainkan juga berupaya mewujudkan nilai-nilai yang diajarkan para ulama dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk membela para kiai dan ulama yang menghadiri Forum FGD Ulama se-Kabupaten Jember apabila mereka mendapatkan cemoohan, intimidasi, bahkan ancaman dari pihak mana pun setelah menyampaikan aspirasiws melalui surat cinta kepada Bupati Jember. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan atau mengancam para tokoh agama yang menyuarakan aspirasi demi kepentingan masyarakat.

 

“Apabila setelah adanya surat cinta ini terdapat kiai atau ulama yang hadir dalam forum FGD tersebut kemudian mendapat cemoohan, intimidasi, bahkan ancaman dari pihak mana pun, saya siap pasang badan untuk membela para kiai dan ulama yang berada di jalan kebenaran. Bagi saya, menghormati ulama bukan sekadar ucapan, tetapi juga keberanian untuk menjaga marwah dan kehormatan mereka ketika menyampaikan kebenaran,” tegas Ridwan Khamid.

 

Ridwan berharap surat cinta yang lahir dari forum ulama tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menentukan kebijakan terkait penyelenggaraan sound horeg. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan ini secara bijaksana, mengedepankan dialog, serta memperhatikan kepentingan kesehatan, ketertiban umum, dan masa depan generasi muda.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberhasilan menjaga nilai-nilai moral, budaya, dan keagamaan masyarakat. Karena itu, aspirasi para ulama diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan kehidupan masyarakat Jember yang lebih tertib, sehat, dan bermartabat.

 

Dukungan Ridwan Khamid terhadap surat cinta ulama tersebut menjadi penegasan bahwa kepedulian terhadap masa depan generasi muda perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nasihat para kiai. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut secara bijaksana dan terukur demi kepentingan masyarakat luas, sekaligus menjaga ruang publik agar tetap aman, sehat, dan menghormati nilai-nilai sosial serta keagamaan.

Baca Lainnya

PC GP Ansor Kencong Perkuat Toleransi Beragama melalui Launching Kampung Moderasi Beragama

19 September 2026 - 20:16 WIB

Banser Kencong Kecewa Pernyataan Pengusaha Sound Horeg, Minta Proses Hukum Dijalankan

10 September 2026 - 19:28 WIB

Pimpinan Cabang Fatayat NU Kencong Gelar Verifikasi Faktual Lomba Desa Sahabat, Pimpinan Ranting Jombang 1 Raih Nilai Tertinggi

8 September 2026 - 00:34 WIB

Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Perkuat Persatuan Melalui kegiatan sosial keagamaan”

25 Agustus 2026 - 10:23 WIB

GP Ansor Kencong Perkuat Peran Kader Lewat Sinergi Pendidikan Bersama UAS

21 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Trending di BANOM