Kencong, 08 Oktober 2026 — Madrasah Aliyah (MA) Darul Huda Bagorejo, Gumukmas, Jember, mendapat kesempatan menjadi pilot project penerapan aplikasi pembelajaran digital yang dikembangkan oleh sejumlah akademisi dari Surabaya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan dan pendampingan akademisi dari dua perguruan tinggi di Surabaya, yakni STIKOSA-AWS Surabaya dan Universitas Bhayangkara Surabaya. Para akademisi tersebut sebelumnya telah menghubungi Haji Tole atau Jaji Muhammad Yasin Yusuf Ghozali, selaku Ketua Yayasan Sosial dan Pendidikan Darul Huda (Yaspenda) Bagorejo Gumukmas yang sekaligus menjabat sebagai Ketua PC LP Ma’arif NU Kencong.
Dalam kunjungan tersebut, para akademisi menawarkan sejumlah lembaga di bawah naungan Yaspenda untuk menjadi tempat pengenalan sekaligus penerapan aplikasi digital terbaru yang mereka kembangkan. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, akhirnya MA Darul Huda Bagorejo Gumukmas dipilih sebagai lembaga yang akan menjadi pilot project.
Pemilihan jenjang madrasah aliyah tersebut dinilai sesuai karena peserta didiknya berada pada tingkat pendidikan menengah atas sehingga diharapkan dapat lebih mudah memahami dan mengikuti penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Salah seorang akademisi, Bapak Fadil, yang merupakan dosen Universitas Bhayangkara Surabaya, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan untuk membantu lembaga pendidikan dalam mengelola berbagai aktivitas pembelajaran secara lebih praktis, efektif, dan berbasis digital.
Aplikasi tersebut memiliki berbagai fitur, di antaranya absensi siswa saat datang dan pulang, absensi guru, jurnal guru, jurnal pembelajaran, ulangan, asesmen, serta berbagai kebutuhan administrasi dan pembelajaran lainnya.
“Aplikasi ini kami kembangkan untuk mempermudah proses pembelajaran dan administrasi di lembaga pendidikan. Harapannya, MA Darul Huda dapat menjadi pilot project sehingga nantinya aplikasi ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga lainnya,” ujar Fadil.
Menariknya, aplikasi tersebut dapat digunakan secara gratis atau tidak berbayar. Pengembang juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan.
Ke depan, aplikasi ini diharapkan tidak hanya digunakan di MA Darul Huda Bagorejo, tetapi dapat ditularkan dan dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan lain, khususnya yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Kencong.
Sementara itu, akademisi yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dalam dunia pendidikan. Perangkat Android yang hampir selalu dimiliki dan digunakan oleh guru maupun siswa dapat diarahkan menjadi sarana pendukung pembelajaran.
Salah satu akademisi yang hadir menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi digital dalam pengelolaan pendidikan saat ini sudah mulai banyak diterapkan oleh lembaga-lembaga pendidikan di Surabaya.
“Guru hampir semuanya memegang Android. Mengapa tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif, khususnya sebagai sarana untuk mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan,” ungkapnya.
Dukungan terhadap pemanfaatan teknologi digital juga disampaikan oleh Kepala MA Darul Huda, Bapak Huda. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para akademisi dari Surabaya yang telah memberikan bimbingan sekaligus mempercayakan MA Darul Huda sebagai salah satu lembaga untuk memperkenalkan aplikasi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada para akademisi dari Surabaya yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan memilih MA Darul Huda untuk menjadi bagian dari penerapan aplikasi terbaru ini. Mudah-mudahan aplikasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi madrasah dan ke depan dapat diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan lainnya, khususnya lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU,” tutur Bapak Huda.
Dengan adanya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perguruan tinggi tersebut, diharapkan transformasi digital di lingkungan madrasah semakin berkembang. MA Darul Huda Bagorejo diharapkan menjadi contoh awal dalam pemanfaatan teknologi digital yang sederhana, gratis, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi guru, siswa, serta pengelolaan lembaga pendidikan.































