Menu ✖

Mode Gelap
PC LAZISNU Kencong Hadir & Serahkan Donasi di Pelepasan Bantuan LAZISNU se-Jatim untuk Penyintas Gempa Flores Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Timur Gelar Turba dan Sosialisasi Intensifikasi Gerakan Koin NU di PCNU Kencong Ribuan Kader NU se-Cabang Kencong Gelar Apel dan Mujahadah Kubro di Pesisir Pantai Paseban Hampir 2.000 Guru dan Tenaga Kependidikan Ma’arif NU Kencong Hadiri Apel Kader NU dan Mujahadah Kubro di Pantai Paseban Kongres IPNU XXI dan Para Calon: Adu Kekuatan atau Adu Gagasan? Apel Kader dan Mujahadah Kubro Siap Digelar, PCNU Kencong Rilis Imbauan Resmi Terkait Kelengkapan Peserta dan Aksi Kurangi Sampah Plastik

BANOM

Ansor Kencong Desak Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Kader Banser di Tangerang

badge-check


					Ansor Kencong Desak Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Kader Banser di Tangerang Perbesar

 Download PDF

– Aksi solidaritas kemanusiaan menggema dari Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kencong, Kabupaten Jember. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama ini menyatakan sikap tegas mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rida, yang terjadi di Kota Tangerang, Banten.

Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, menegaskan bahwa kekerasan yang menimpa sahabat Rida tidak bisa dibiarkan. Ia menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang selama ini dijunjung tinggi Ansor dan Banser.

“Ini adalah pernyataan sikap solidaritas kami untuk sahabat Rida. Jika hal yang seperti ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi di daerah lain. Ini murni tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Agus Nur Yasin dalam keterangan resminya, Senin (28/9).

Peristiwa pengeroyokan terhadap Rida sebelumnya telah viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas korban mengalami luka serius di bagian wajah akibat dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal. Kejadian ini memicu gelombang kecaman luas dari masyarakat, yang menuntut aparat penegak hukum segera bertindak dan menangkap para pelaku.

Menurut Agus, Banser merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial di tengah masyarakat. Kekerasan terhadap satu kader Banser, lanjutnya, sama artinya dengan serangan terhadap semangat persatuan dan kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ansor dan Banser berdiri di garis depan dalam menjaga keutuhan bangsa, membantu masyarakat, dan melindungi kerukunan umat. Ketika ada kader yang menjadi korban kekerasan, itu bukan hanya melukai individu, tetapi juga melukai semangat kebangsaan yang kita rawat bersama,” ungkapnya.

Agus menegaskan bahwa GP Ansor Kencong mendesak aparat kepolisian bergerak cepat, menangkap seluruh pelaku, dan menuntaskan proses hukum secara transparan dan adil. Ia menolak adanya upaya menutupi fakta atau melindungi pihak-pihak yang terlibat.

“Kami mendorong polisi segera mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku. Proses hukum harus berjalan terbuka, adil, dan tidak boleh ada yang ditutupi. Ini bukan hanya soal Rida, tetapi juga tentang rasa aman masyarakat,” imbuhnya.

Meski mengutuk keras aksi kekerasan tersebut, Agus mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser di wilayah Kencong agar tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Ia meminta agar proses penegakan hukum sepenuhnya dipercayakan kepada aparat yang berwenang.

“Solidaritas kita tetap satu barisan. Tapi sikap kita jelas: hukum harus ditegakkan. Jangan ada tindakan di luar jalur hukum. Kita kawal kasus ini sampai tuntas, namun tetap menjaga ketenangan dan ketertiban,” ujarnya.

Aksi solidaritas yang digelar Ansor Kencong menjadi bukti bahwa jaringan organisasi kepemudaan NU ini selalu bergerak bersama saat ada kader yang menjadi korban ketidakadilan. Mereka menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi alat penyelesaian perbedaan pendapat dan harus dilawan dengan cara-cara konstitusional.

Dengan sikap tegas ini, GP Ansor Kencong berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas para pelaku, menegakkan hukum seadil-adilnya, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat luas. “Kami akan terus mengawal proses ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen kebangsaan,” pungkas Agus Nur Yasin.

Baca Lainnya

Banser Cabang Kencong Siapkan 600 Personel untuk Pengamanan Apel dan Mujahadah Kubro di Pantai Paseban

29 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak NU Kencong Banjir Hadiah, Dukungan Sponsor Meriahkan Hari Santri 2026

28 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak NU Kencong Diikuti Ribuan Peserta

28 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Mohammad Erfan Agustian Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua IKA PMII Jember, Sosok Pengusaha dan Aktivis Sosial

27 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Jelang Kongres IPNU XXI, Ketua PC IPNU Kencong Dorong Pengembalian Usia IPNU Menjadi 27 Tahun

26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di BANOM