Pengurus MWC NU se-PCNU Kencong menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Workshop Sistem Informasi Manajemen Organisasi, Layanan, dan Aset NU yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur pada Ahad, 16 November 2026, di kantor PWNU Jatim, Surabaya.
Acara ini menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk memperkuat kapasitas tata kelola organisasi sekaligus memperluas jejaring antarstruktur nahdliyin di tingkat wilayah.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan PWNU Jawa Timur yang menekankan urgensi transformasi digital dalam pengelolaan lembaga dan aset ke-NU-an. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut organisasi untuk lebih responsif, akuntabel, dan adaptif, sehingga sistem informasi terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan layanan kepada warga NU dan masyarakat secara umum.
Dalam sesi utama, para peserta mendapatkan pemaparan teknis mengenai implementasi Sistem Informasi Manajemen Organisasi, termasuk pendataan struktur, administrasi surat-menyurat digital, serta mekanisme pelaporan kegiatan secara real time. Tim pengembang aplikasi juga memberikan panduan langsung mengenai fitur-fitur baru yang dirancang untuk memudahkan koordinasi antar badan otonom, lembaga, dan tingkatan kepengurusan.
Selain itu, workshop mengenai manajemen layanan dan aset NU menjadi bagian penting dalam rangka mendorong kemandirian organisasi. Materi meliputi tata kelola aset, optimalisasi unit-unit usaha, dan strategi pengembangan potensi ekonomi jamiyah.
Para peserta juga diajak berdiskusi mengenai langkah konkret memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset di lingkungan PCNU hingga MWC.
Sekretaris MWC NU se-PCNU Kencong yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PWNU Jatim. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk membangun organisasi yang lebih profesional, modern, dan berdaya guna bagi umat.
Para peserta juga berharap agar pelatihan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan di tingkat cabang maupun MWC, sehingga seluruh pengurus memiliki pemahaman yang seragam tentang penggunaan sistem informasi dan pengelolaan aset. Dengan demikian, proses digitalisasi di lingkungan NU dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah serta masyarakat luas di berbagai wilayah sekitar lainnya.
- Pewarta: Sodik, MWCNU Gumukmas.
































