SEJARAH CIKAL BAKAL BERDIRINYA NU KENCONG
Nahdlatul Ulama lahir pada 31 Januari 1926 M bertepatan dengan 16 Rojab 1344 H, di Surabaya. Nahdlatul Ulama lahir sebelumnya diawali dengan berdirinya Tasywirul Afkar tahun 1914, Nahdlatul Wathan 1916, Nahdlatut Tujjar 1918 dan terakhir pengiriman delegasi komite hijaz pada 31 Januari 1926.
Secara kultural, Nahdlatul Ulama masuk Kencong sejak tahun 1929 yaitu dengan adanya pengajian rutin Nahdlah yang dilaksanakan di langgar waqof (timur kantor Telkom Kencong), pengajian ini dipimpin oleh Kiai Zaini Dahlan, biasa dipanggil Pak Zen, seorang pedagang tembakau yang berasal dari Maskumambang Gresik.
Dari majlis pengajian Nahdlah ini, maka dibentuklah susunan pengurus dan menamakan diri sebagai Bestuur NU Kring Kentjong. Sampai dengan tahun 1934, Bestuur NU Kring Kentjong ini tidak menginduk pada Bestuur Nahdlatul Oelama (Cabang) mana pun, karena di kabupaten Jember belum terbentuk kepengurusan NU di tingkat kabupaten.
PROSES BERDIRINYA CABANG NU
Mendirikan Cabang NU di Kencong tidak mudah seperti mendirikan jam’iyyah shalawatan ataupun kumpulan kematian. Tetapi mendirikan Cabang NU di Kencong merupakan bagian dari perjuangan yang cukup berat. Banyak menyerap tenaga, pikiran, dan keuangan serta banyak liku-likunya.
Namun hambatan itu tidak mampu menggagalkan niat P. Thohir. Karena niatnya mendirikan Cabang NU di Kencong sudah membaja dan tidak dapat dipatahkan begitu saja tanpa alasan atau dalil yang lebih kuat. Beliau terus berjuang dan tak mengenal lelah serta tak mengenal waktu. Beliau pulang-pergi ke Konsul NU di Pasuruan untuk mendapatkan dukungan, dan bolak-balik ke Hoofd Bestuur NU (HBNU) di Surabaya.
Akhirnya P. Thohir mendapat petunjuk dari Konsul NU, KH. Dahlan, agar terlebih dahulu mengadakan referendum kepada semua kring dan central kring NU se-daerah Kewedanan Kencong. Petunjuk konsul itu diterima oleh P. Thohir dengan penuh ketaatan. Selanjutnya dilaksanakan secara tertib dan baik. Akhirnya, dengan pertolongan Allah SWT, referendum berhasil dengan sempurna. Dengan berhasilnya referendum itu, maka surat permohonan untuk mendirikan Cabang NU Kencong diterima oleh HBNU dengan baik. Dalam waktu yang relatif singkat, HBNU mengeluarkan Surat Keputusan. Berdirinya Cabang NU di Kencong yaitu pada tahun 1937 Masehi.
Adapun susunan bestuur-nya sebagai berikut:
Syuriyah
Rois Awwal: KH. Abdul Choliq
Rois Tsani: K. Zen (K. Dahlan)
Katib Awwal: K. Abdullah Haris
Awan: K. Syafawi
Awan: K. Abdul Hilal
Awan: KH. Abdul Halim
Tanfidziyah
Presiden: P. Thohir Syarif
Wakil Presiden: K. Badrun
Sekretaris I: Suroyo
Sekretaris II: Mas Kus
Kasir: K. Badrun
Menurut keterangan, bahwa Bestuur Cabang NU tersebut dilantik dalam forum Konferensi Cabang NU di Jember oleh Konsul NU, Bapak KH. Dahlan atas nama HBNU.
PENGURUS CABANG NU SETELAH INDONESIA MERDEKA
Pada tahun 1950 Masehi, setelah Indonesia merdeka de facto dan de jure, maka Cabang NU Kencong mengadakan konferensi bertempat di Pondok Pesantren Bustanul Ulum KH. Abdullah Yaqin, Mlokorejo Puger. Acaranya tunggal, yaitu reformasi Pengurus Cabang NU dan Pengurus Tingkat MWC. Adapun keputusannya sebagai berikut:
Pengurus Cabang NU
Syuriyah
Rois Awwal: KH. Djauhari Zawawi
Rois Tsani: K. Syafawi
Katib Awwal: K. Syarif
Katib Tsani: K. Abdulloh Harits
Tanfidziyah
Ketua I: P. Thohir
Ketua II: Abdul Hayyi
Sekretaris: Tuhfatur Rosyid
Bendahara: Ahmad Syukri Marzuqi
Bagian Ma’arif
Ketua I: Abdul Hayyi
Ketua II: Ahmad Thowi
Bagian Da’wah
Ketua I: K. Badrun
Ketua II: (kosong)
Pengurus MWC NU
MWC NU Kencong: Ketua – Abu Hasan
MWC NU Gumukmas: Ketua – Mulyono Hamid
MWC NU Umbulsari: Ketua – Rohmatulloh
MWC NU Puger: Ketua – K. Abdullah Yaqin
