Menu

Mode Gelap
Bincang Lesbumi Kencong x Lesbumi Jatim, Gus Riadi Ngasiran: Lesbumi Harus Jadi Medium Pencerahan Spiritual dan Intelektual di Era Digital Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Pengurus Lesbumi PCNU Kencong Hadiri Pameran Lukisan Nasional Sambut Seabad NU Peringati 100 Tahun NU, PCNU Kencong Launching Ngaji Qanun Asasi NU Persiapan Ramadhan LDNU Cabang Kencong: Fokus Kreativitas Dakwah melalui Mimbar, Sosmed, dan Kegiatan Lokal Santri Pesantren di PCNU Kencong Diajak Ikuti Program TV Nasional “Cahaya Muda Indonesia”

Sejarah

SEJARAH CIKAL BAKAL BERDIRINYA NU KENCONG

Nahdlatul Ulama lahir pada 31 Januari 1926 M bertepatan dengan 16 Rojab 1344 H, di Surabaya. Nahdlatul Ulama lahir sebelumnya diawali dengan berdirinya Tasywirul Afkar tahun 1914, Nahdlatul Wathan 1916, Nahdlatut Tujjar 1918 dan terakhir pengiriman delegasi komite hijaz pada 31 Januari 1926.

Secara kultural, Nahdlatul Ulama masuk Kencong sejak tahun 1929 yaitu dengan adanya pengajian rutin Nahdlah yang dilaksanakan di langgar waqof (timur kantor Telkom Kencong), pengajian ini dipimpin oleh Kiai Zaini Dahlan, biasa dipanggil Pak Zen, seorang pedagang tembakau yang berasal dari  Maskumambang Gresik.

Dari majlis pengajian Nahdlah ini, maka dibentuklah susunan  pengurus dan menamakan diri sebagai Bestuur NU Kring Kentjong. Sampai dengan tahun 1934, Bestuur NU Kring Kentjong ini tidak menginduk pada Bestuur Nahdlatul Oelama (Cabang) mana pun, karena di kabupaten Jember belum terbentuk  kepengurusan NU di tingkat kabupaten.

PROSES BERDIRINYA CABANG NU

Mendirikan Cabang NU di Kencong tidak mudah seperti mendirikan jam’iyyah shalawatan ataupun kumpulan kematian. Tetapi mendirikan Cabang NU di Kencong merupakan bagian dari perjuangan yang cukup berat. Banyak menyerap tenaga, pikiran, dan keuangan serta banyak liku-likunya.

Namun hambatan itu tidak mampu menggagalkan niat P. Thohir. Karena niatnya mendirikan Cabang NU di Kencong sudah membaja dan tidak dapat dipatahkan begitu saja tanpa alasan atau dalil yang lebih kuat. Beliau terus berjuang dan tak mengenal lelah serta tak mengenal waktu. Beliau pulang-pergi ke Konsul NU di Pasuruan untuk mendapatkan dukungan, dan bolak-balik ke Hoofd Bestuur NU (HBNU) di Surabaya.

Akhirnya P. Thohir mendapat petunjuk dari Konsul NU, KH. Dahlan, agar terlebih dahulu mengadakan referendum kepada semua kring dan central kring NU se-daerah Kewedanan Kencong. Petunjuk konsul itu diterima oleh P. Thohir dengan penuh ketaatan. Selanjutnya dilaksanakan secara tertib dan baik. Akhirnya, dengan pertolongan Allah SWT, referendum berhasil dengan sempurna. Dengan berhasilnya referendum itu, maka surat permohonan untuk mendirikan Cabang NU Kencong diterima oleh HBNU dengan baik. Dalam waktu yang relatif singkat, HBNU mengeluarkan Surat Keputusan. Berdirinya Cabang NU di Kencong yaitu pada tahun 1937 Masehi.

Adapun susunan bestuur-nya sebagai berikut:

Syuriyah

Rois Awwal: KH. Abdul Choliq

Rois Tsani: K. Zen (K. Dahlan)

Katib Awwal: K. Abdullah Haris

Awan: K. Syafawi

Awan: K. Abdul Hilal

Awan: KH. Abdul Halim

Tanfidziyah

Presiden: P. Thohir Syarif

Wakil Presiden: K. Badrun

Sekretaris I: Suroyo

Sekretaris II: Mas Kus

Kasir: K. Badrun

Menurut keterangan, bahwa Bestuur Cabang NU tersebut dilantik dalam forum Konferensi Cabang NU di Jember oleh Konsul NU, Bapak KH. Dahlan atas nama HBNU.

PENGURUS CABANG NU SETELAH INDONESIA MERDEKA

Pada tahun 1950 Masehi, setelah Indonesia merdeka de facto dan de jure, maka Cabang NU Kencong mengadakan konferensi bertempat di Pondok Pesantren Bustanul Ulum KH. Abdullah Yaqin, Mlokorejo Puger. Acaranya tunggal, yaitu reformasi Pengurus Cabang NU dan Pengurus Tingkat MWC. Adapun keputusannya sebagai berikut:

Pengurus Cabang NU

Syuriyah

Rois Awwal: KH. Djauhari Zawawi

Rois Tsani: K. Syafawi

Katib Awwal: K. Syarif

Katib Tsani: K. Abdulloh Harits

Tanfidziyah

Ketua I: P. Thohir

Ketua II: Abdul Hayyi

Sekretaris: Tuhfatur Rosyid

Bendahara: Ahmad Syukri Marzuqi

Bagian Ma’arif

Ketua I: Abdul Hayyi

Ketua II: Ahmad Thowi

Bagian Da’wah

Ketua I: K. Badrun

Ketua II: (kosong)

Pengurus MWC NU

MWC NU Kencong: Ketua – Abu Hasan

MWC NU Gumukmas: Ketua – Mulyono Hamid

MWC NU Umbulsari: Ketua – Rohmatulloh

MWC NU Puger: Ketua – K. Abdullah Yaqin