Jatiagung – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jatiagung menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Kupujamas, Jatiagung Desa Gumukmas. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus NU, badan otonom (Banom), kalangan santri, pelajar, hingga unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Upacara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai kalangan yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.
Peserta yang hadir meliputi jajaran Pengurus Ranting NU Jatiagung, Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, IPNU, dan IPPNU. Kegiatan ini juga diikuti para santri Pondok Pesantren Ngashor, siswa-siswi SD dan MI se-Desa Jatiagung, serta pelajar SMP, SMA, dan SMK MINQU Gumukmas.
Selain kalangan pendidikan dan organisasi kemasyarakatan, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur perangkat desa, Bhabinkamtibmas, serta para ketua kelompok pengajian. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat Jatiagung dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional.
Melalui kegiatan tersebut, Pengurus Ranting NU Jatiagung berupaya menjadikan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap agama, bangsa, dan tradisi pesantren. Keterlibatan para pelajar dan santri juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan, persatuan, dan semangat pengabdian sejak dini.
Suasana semakin semarak pada penghujung acara ketika panitia menggelar undian hadiah atau doorprize bagi para peserta. Beragam hadiah disiapkan untuk menambah kemeriahan kegiatan, mulai dari kipas angin, kompor, hingga hadiah utama berupa seekor kambing. Pengundian hadiah tersebut disambut antusias oleh peserta yang menantikan nomor undian mereka.
Pemberian doorprize menjadi bentuk apresiasi sekaligus penutup yang menghibur setelah peserta mengikuti rangkaian upacara. Momen ini juga mempererat suasana kekeluargaan di antara warga, santri, pelajar, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Kupujamas diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama, lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat Hari Santri diharapkan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan nilai keagamaan, nasionalisme, persaudaraan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan Jatiagung dan bangsa Indonesia.































