Menu

Mode Gelap
Bincang Lesbumi Kencong x Lesbumi Jatim, Gus Riadi Ngasiran: Lesbumi Harus Jadi Medium Pencerahan Spiritual dan Intelektual di Era Digital Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Pengurus Lesbumi PCNU Kencong Hadiri Pameran Lukisan Nasional Sambut Seabad NU Peringati 100 Tahun NU, PCNU Kencong Launching Ngaji Qanun Asasi NU Persiapan Ramadhan LDNU Cabang Kencong: Fokus Kreativitas Dakwah melalui Mimbar, Sosmed, dan Kegiatan Lokal Santri Pesantren di PCNU Kencong Diajak Ikuti Program TV Nasional “Cahaya Muda Indonesia”

BANOM

PAC Fatayat NU Puger Gelar Pelatihan Dirijen untuk Tingkatkan Kompetensi Kader

badge-check


					PAC Fatayat NU Puger Gelar Pelatihan Dirijen untuk Tingkatkan Kompetensi Kader Perbesar

 Download PDF

PUGER – Minggu, 23 November PAC Fatayat NU Puger kembali menggelar pertemuan rutin yang kali ini dikemas secara berbeda dan lebih berbobot. Bertempat di MIMA Miftahul Huda Mlokorejo, seluruh pengurus PAC dan ranting se-PAC Puger berkumpul mengikuti kegiatan Pelatihan Dirijen, sebuah program pengembangan kapasitas yang banyak diminta oleh para kader Fatayat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bu Sunarsi Khoris, anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PKB.

Dalam penyampaiannya, Bu Sunarsi Khoris menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang dirijen yang baik, ada tiga unsur utama yang wajib dipahami dan dikuasai, yaitu tempo, birama, dan ekspresi.

Menurut beliau, tempo adalah hal mendasar yang menentukan cepat lambatnya lagu. Seorang dirijen harus mampu menjaga kestabilan tempo agar penyanyi tetap berada dalam ritme yang tepat. Lalu birama, sebagai dasar pola ketukan dalam musik, memiliki berbagai jenis seperti 2/4, 3/4, 4/4, 6/8, dan lainnya. Namun bagi pemula, birama 4/4 merupakan pola yang paling mudah dipelajari karena gerakannya sederhana dan banyak digunakan dalam berbagai lagu.

Selain tempo dan birama, unsur terpenting lainnya adalah ekspresi. Seorang dirijen perlu menampilkan sikap berdiri yang tegap, mimik wajah yang sesuai dengan suasana lagu, serta gerakan tangan yang komunikatif. Ekspresi tersebut tidak hanya sekadar memperindah penampilan, tetapi juga menjadi bahasa tubuh yang mengarahkan para penyanyi mengenai dinamika, karakter, dan emosi lagu yang dibawakan. “Gerakan tangan dirijen bukan hanya isyarat, tetapi alat komunikasi yang harus jelas, terarah, dan penuh makna,” ujar Bu Khoris dalam pelatihannya.

 

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta diberi kesempatan mempraktikkan pola birama, mengatur tempo, serta mengekspresikan lagu dengan gerakan tangan yang benar. Suasana tampak hidup dan penuh antusiasme, apalagi ketika peserta saling berlatih dan mendapatkan arahan langsung dari narasumber.

 

Ketua PAC Fatayat NU Puger, Sahabat Halimatus Sa’diyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas banyaknya permintaan dari kader Fatayat di tingkat ranting maupun PAC. Menurutnya, para sahabat Fatayat sering diminta menjadi dirijen dalam kegiatan rutinan, acara desa, maupun pengajian. Namun banyak dari mereka merasa belum yakin apakah cara yang dilakukan selama ini sudah benar atau sekadar mengikuti kebiasaan yang ada.

“Pada pertemuan rutin bulan ini, kami mengisinya dengan program dari bidang seni, yaitu bagaimana menjadi dirijen yang baik dan benar. Pelatihan ini juga sebenarnya sudah menjadi program kerja, namun di sisi lain memang banyak sahabat Fatayat NU Puger yang meminta agar program ini segera dilaksanakan. Semoga dengan pelatihan ini, para sahabat memiliki kemampuan yang lebih mantap dan percaya diri saat memimpin lagu di berbagai kegiatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas kader dalam bidang seni menjadi penting karena Fatayat NU sering terlibat dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan pemandu lagu, baik di internal organisasi maupun di masyarakat. Dengan pelatihan ini, Fatayat NU Puger berharap setiap ranting memiliki kader yang kompeten dan siap tampil profesional.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung yang membuat suasana semakin hidup. Pelatihan dirijen ini menjadi salah satu agenda rutin yang bernilai dan berdampak besar bagi perkembangan kompetensi kader. Melalui kegiatan seperti ini, Fatayat NU Puger menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak, belajar, dan berkembang bersama.

Baca Lainnya

LBH Ansor Kencong: Kebijakan Kuota Haji Tidak Penuhi Unsur Korupsi, Tidak Ada Mens Rea dan Tidak Ada Unsur Memperkaya Diri.

14 Januari 2026 - 13:24 WIB

PC IPPNU Kencong Bentuk Satgas Pencegahan Perundungan, Upaya Ciptakan Ruang Aman

11 Januari 2026 - 21:35 WIB

Gelar Muskerancab, PAC Ansor Kasiyan Fokuskan Empat Pilar Program

29 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sinergi Ansor dan Diskominfo Jember Perkuat Literasi Digital Generasi Muda Kencong

18 Desember 2025 - 15:58 WIB

Kolaborasi Ansor, Diskominfo, dan Baznas Dorong Literasi Digital dan Kepedulian Sosial di Kencong

18 Desember 2025 - 09:39 WIB

Trending di BANOM