JEMBER, 14 Juli 2026 – PC GP Ansor Kencong bersama PC Lesbumi Kencong bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember resmi membuka Muharram Art Fest 2026 di Gedung Jember Nusantara pada Senin (13/7). Pameran seni lukis yang mengangkat tema Muharram ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 19 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang temu bagi para seniman, pelajar, santri, dan masyarakat untuk merayakan Tahun Baru Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain menghadirkan pameran karya lukis, Muharram Art Fest juga dirangkai dengan berbagai perlombaan dan forum kebudayaan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 14 Juli dengan Lomba Kaligrafi Kontemporer tingkat Tapal Kuda yang diikuti oleh siswa dan santri. Selanjutnya, pada 15 Juli akan digelar Lomba Melukis tingkat Jawa-Bali, kemudian 16 Juli dilaksanakan Lomba Mewarnai bagi siswa TK/RA se-Kabupaten Jember.
Memasuki penghujung acara, pada 18 Juli akan digelar Ngaji Seni Budaya, sebuah forum yang mengupas hubungan erat antara nilai-nilai keislaman, tradisi, dan karya seni. Sementara pada 19 Juli, sebagai penutup, akan dilaksanakan Lelang Lukisan karya dua pelukis, Susmiadi, S.T. (Shoez) dan KH. Maimun Thoha.
Lelang lukisan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap karya seni, tetapi juga memiliki misi sosial dan kelembagaan. Sebagian hasil keuntungan dari penjualan lukisan akan didedikasikan untuk mendukung pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong, sebagai upaya memperkuat sarana organisasi dalam menjalankan program kaderisasi, pelayanan masyarakat, serta pengembangan kegiatan kepemudaan dan kebudayaan.

Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, menyampaikan bahwa Muharram Art Fest merupakan ikhtiar Ansor untuk menghadirkan wajah Islam yang ramah terhadap seni dan budaya.
“Muharram adalah momentum hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam cara kita memandang seni dan budaya. Ansor meyakini bahwa seni adalah bahasa peradaban. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang bagi para seniman, santri, dan generasi muda untuk berkarya, berdialog, serta menjaga warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam lelang lukisan, karena selain mengapresiasi karya para seniman, sebagian hasilnya akan menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong sebagai rumah pengabdian bagi kader dan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua PC Lesbumi Kencong, Sayid, mengatakan bahwa Muharram Art Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas bidang yang memadukan seni, budaya, pendidikan, dan gerakan sosial.
“Muharram Art Fest bukan sekadar pameran lukisan, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara seni, budaya, pendidikan, dan dakwah. Kami menghadirkan berbagai lomba mulai dari kaligrafi, melukis, hingga mewarnai agar setiap kelompok usia memiliki ruang berekspresi. Puncaknya adalah lelang lukisan yang bukan hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya para pelukis, tetapi juga menjadi gerakan gotong royong untuk mendukung pembangunan Kantor PC GP Ansor Kencong. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, para seniman, sponsor, komunitas, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Sayid.
Melalui Muharram Art Fest 2026, PC GP Ansor Kencong dan PC Lesbumi Kencong berharap seni dapat menjadi media dakwah yang menyejukkan, memperkuat pelestarian budaya, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang semakin memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat kreativitas seni dan budaya di Jawa Timur.































