Kencong, 26 September 2026 — Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Kencong menggelar workshop pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para guru di lingkungan LP Ma’arif NU Kencong.
Semula, panitia menyediakan kuota sebanyak 50 peserta. Namun, tingginya minat guru untuk mengikuti pelatihan membuat kuota tersebut tidak mencukupi. Sejumlah peserta bahkan harus menunggu pelaksanaan workshop pada gelombang berikutnya.

Ketua PC LP Ma’arif NU Kencong, HM. Tole Yasin Yusuf, dalam sambutannya mendorong para guru agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. Menurutnya, guru di lingkungan LP Ma’arif NU Kencong harus mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya untuk mendukung proses pembelajaran.
“Jangan sampai guru-guru kita buta teknologi. Justru kita harus ahli dalam teknologi,” ujarnya.
Ia menegaskan, LP Ma’arif NU Kencong akan terus berupaya memberikan ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi. Para guru juga diberikan kesempatan menyampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan dalam menunjang tugas mereka.
“Silakan ingin pelatihan apa, insya Allah akan kami usahakan dan kami carikan narasumber dengan biaya yang semurah mungkin. Harapannya guru benar-benar ahli dalam berbagai bidang, senang mengajar dan canggih dalam pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kencong, KH. Zainul Ghulam, M.HI., menyampaikan bahwa perkembangan AI memberikan banyak kemudahan bagi dunia pendidikan. Menurutnya, teknologi AI dapat membantu guru dalam berbagai pekerjaan, termasuk administrasi dan persiapan pembelajaran.
“Sekarang teknologi hampir bisa melakukan apa yang kita inginkan, asalkan kita tahu bagaimana cara menggunakannya. Administrasi guru juga semakin dipermudah,” ungkapnya.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nikmatul Khoiroh, M.Pd. dan Umi Royana, M.Pd. Keduanya memberikan materi sekaligus pendampingan kepada peserta agar dapat memanfaatkan AI secara tepat dalam kegiatan pembelajaran.
Para narasumber juga mendorong guru-guru Nahdlatul Ulama, khususnya di lingkungan LP Ma’arif NU Kencong, untuk tidak ragu belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Kami bukan sumber utama. Kami memiliki banyak mitra yang insya Allah bisa kita kolaborasikan bersama Ma’arif Cabang Kencong,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Para peserta mengikuti materi dan praktik dengan antusias. Panitia juga menyediakan sejumlah doorprize bagi peserta yang mampu menyelesaikan tugas selama pelatihan, di antaranya buku karya narasumber.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama dengan Ikatan Pendidik Penulis (IPP) Kabupaten Jember yang berkomitmen untuk turut membantu pengembangan kapasitas guru di lingkungan LP Ma’arif NU Kencong.
PC LP Ma’arif NU Kencong menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme para peserta. Keterbatasan kapasitas ruangan membuat panitia harus membatasi jumlah peserta, bahkan sejumlah pendaftar belum dapat mengikuti workshop pada gelombang pertama.
Atas tingginya minat tersebut, LP Ma’arif NU Kencong membuka peluang pelaksanaan workshop gelombang kedua bagi guru yang masih ingin meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran berbasis AI.
“Segera rapatkan barisan agar kita sama-sama pintar. Bagi teman-teman yang masih ingin menambah ilmu tentang pembelajaran berbasis AI, monggo segera mendaftar. Kuota tetap kami batasi menyesuaikan kapasitas,” pungkasnya.































