KENCONG, 28 Oktober 2026 – Semarak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kencong berlangsung meriah melalui kegiatan Lomba Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak se-Cabang Kencong yang digelar di Dira Kencong, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.852 anak, didampingi para ibu sehingga jumlah peserta dan pendamping diperkirakan mencapai 5.600 orang. Selain itu, lebih dari 800 guru TK dan RA turut hadir menyukseskan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif badan otonom (Banom) dan lembaga NU Cabang Kencong, yang melibatkan GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, serta Lesbumi NU. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan keluarga besar NU dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus menanamkan nilai-nilai kesantrian sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan senam bersama ibu dan anak yang diikuti oleh keluarga besar Banom NU. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai kegiatan sejak pagi hari. Setelah senam bersama, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang dibuka langsung oleh Ketua PCNU Kencong, KH. Zainil Ghulam.
Ketua panitia, Dr. Asnawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur NU Cabang Kencong untuk merayakan Hari Santri Nasional melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan melibatkan keluarga.
“Kenapa subjek kita anak-anak TK, khususnya? Karena kami ingin menumbuhkan semangat menjadi santri sejak usia dini. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangan para ulama dan menjaga nilai-nilai keislaman serta kebangsaan,” ungkapnya.
Menurutnya, lomba mewarnai ibu dan anak bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan juga sarana membangun kekompakan, kesabaran, dan ketelatenan antara ibu dan anak. Melalui aktivitas bersama, diharapkan terjalin kedekatan emosional yang semakin kuat sekaligus menghadirkan pengalaman positif bagi anak-anak dalam mengenal tradisi dan nilai-nilai pesantren.
Pemilihan Dira Kencong sebagai lokasi kegiatan juga didasarkan pada pertimbangan strategis. Lokasi tersebut dinilai representatif karena memiliki area yang luas, mudah dijangkau, dan berada di titik yang strategis bagi peserta dari berbagai wilayah di lingkungan Cabang Kencong.
Momentum pelaksanaan pada 28 Oktober juga memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air menjadi nilai yang sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional. Melalui kegiatan ini, NU Kencong ingin menunjukkan bahwa pendidikan karakter, kreativitas anak, serta penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan dapat tumbuh bersama sejak usia dini.
Gebyar Mewarnai Ibu dan Anak ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga NU mampu menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk menanamkan kecintaan terhadap tradisi santri, mempererat hubungan keluarga, serta mempersiapkan generasi penerus yang berakhlak, kreatif, dan memiliki semangat kebangsaan.





























