LTM bekerjasama dengan LPM PCNU Kencong mengadakan Pelatihan Remaja Masjid dan Musholla Lembaga Pendidikan. Pelatihan ini dilaksanakan di SMK Ma’arif NU Mayangan Gumukmas, pada hari Rabu 7 Oktober 2026 dengan diikuti 53 peserta dari 5 kecamatan di bawah naungan PCNU Kencong.
Dalam pembukaannya, Ketua LTM Nur Wahid menyampaikan bahwa Pemuda sebagai garda terdepan dalam pergerakan Masjid dan Musholla harus istiqomah menggali ilmu supaya Alim. Kalaupun tidak alim, maka harus menjadi Muta’allim, karena keduanya sama-sama suatu kebaikan.
Mengawali materi pertama, M. Saiful Munir memberikan dukungan kepada peserta dengan memaparkan hadis qudsi yang disampaikan Imam Ghazali di Kitab Ihya bahwa Allah memuji dan memuliakan orang yang hadir memakmurkan rumah-Nya (Masjid) di bumi-Nya.
Pemateri pertama membahas dua hal yaitu ideologi ke-NU-an dan kepemimpinan. Materi ini sangat menarik dikaji bersama sehingga muncul pertanyaan dari peserta pelatihan perihal cara mengelola hati agar tetap semangat khidmat memakmurkan masjid, problematika amaliyah NU di masyarakat, penggalian dana untuk kemandirian remas, kajian model event dan kultur, serta bagaimana menjadi pemimpin yang bijaksana dalam membuat keputusan. Idealnya pemimpin harus takwa kepada Allah dengan indikator Siddiq dan Amanah, serta dilengkapi dengan Tabligh kecerdasan linguistik dan Fatonah disertai uswatun hasanah bagi anggota.
Materi dilanjutkan tentang pembuatan konten dakwah berbasis AI yang dipandu oleh Niam. Materi sekaligus praktik membuat konten ini membuat peserta lebih tertarik karena peserta lebih pro aktif dan sebagai syarat pengambilan sertifikat Pelatihan di Panitia.
Pelatihan ditutup oleh Ketua LPM Cab. Kencong HM. Yasin Yusuf G, dalam statemen penutup, beliau menyampaikan bahwa apa yang didapatkan seyogyanya dipraktikkan di masjid dan musholla di mana dia berpijak. Jadilah manusia yang aktif di masjid, atau mengajak ke masjid, janganlah menjadi manusia yang tidak ke nasjid bahkan menghalangi orang lain ke masjid.































