Menu ✖

Mode Gelap
Muhammad Yasin Yusuf Ghozali: Tak Pernah Berhenti Berkhidmat dan Belajar LP MA’ARIF NU KENCONG GELAR WORKSHOP PEMBELAJARAN BERBASIS AI, ANTUSIASME GURU MEMBLUDAK Perkuat Konsolidasi Organisasi, PCNU Kencong dan MWCNU Se-Cabang Siapkan Rangkaian HSN 2026 Kirim Kontingen ke Kejurwil X Banyuwangi, PC Pagar Nusa Kencong Resmi Diberangkatkan PC GP Ansor Kencong Perkuat Toleransi Beragama melalui Launching Kampung Moderasi Beragama Harlah ke-97, 107 Lembaga LP Ma’arif NU Kencong Gelar Upacara Serentak

WARTA

Muhammad Yasin Yusuf Ghozali: Tak Pernah Berhenti Berkhidmat dan Belajar

badge-check


					Muhammad Yasin Yusuf Ghozali: Tak Pernah Berhenti Berkhidmat dan Belajar Perbesar

 Download PDF

Muhammad Yasin Yusuf Ghozali. Di daerah asalnya, Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, ia lebih dikenal dengan panggilan Yusuf. Sementara di luar daerah, banyak yang memanggilnya Yasin. Ada pula panggilan yang cukup akrab di kalangan sahabatnya, yakni “Tole”. Beragam panggilan tersebut seolah menggambarkan luasnya lingkungan pergaulan dan jejaring organisasi yang telah ia jalani selama ini.

Sosok yang dikenal ramah, energik, dan oleh banyak orang disebut memiliki paras tampan ini merupakan putra asli Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas. Perjalanan organisasinya dimulai sejak masih aktif di Pramuka. Dari dunia kepramukaan itulah jiwa kepemimpinannya mulai tumbuh hingga ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka tingkat kecamatan.

Dari Pramuka, langkah organisasinya berlanjut ke Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Ia pernah menjadi sekretaris IPNU tingkat ranting, kemudian dipercaya menangani bidang pengkaderan di PAC IPNU. Perjalanan tersebut membawanya hingga dipercaya menjadi bendahara PC IPNU.

Karier organisasinya di IPNU semakin berkembang. Muhammad Yasin Yusuf Ghozali kemudian dipercaya menjadi Ketua PC IPNU Kencong selama satu setengah periode. Setelah menyelesaikan masa khidmatnya di IPNU, ia melanjutkan pengabdian di GP Ansor hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong.

Selesai mengemban amanah sebagai Ketua Ansor, bukan berarti aktivitas organisasinya berhenti. Ia justru melanjutkan pengabdian di PC LP Ma’arif NU Kencong. Awalnya sebagai Wakil Ketua I, hingga kemudian dipercaya menjadi Ketua PC LP Ma’arif NU Kencong.

Di kalangan sahabatnya, ia bahkan kerap disebut “profesor” dengan guyonan khas organisasi: “protolan pemuda Ansor”. Sebuah istilah yang menggambarkan seseorang yang telah selesai menjalani masa kepemudaan di Ansor, tetapi semangat pengabdiannya justru terus berlanjut.

Tidak hanya di organisasi NU, kiprahnya juga hadir di lingkungan masyarakat dan pemerintahan desa. Ia tercatat sebagai pengurus lembaga pendidikan SDS NU Karangrejo 3 Gumukmas. Selain itu, ia dipercaya menjadi Ketua Yaspenda, atau Yayasan Sosial dan Pendidikan Darul Huda Bagorejo Gumukmas, yang menaungi tujuh lembaga pendidikan.

Di tingkat desa, ia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga tiga periode. Banyaknya amanah yang disandang membuat sejumlah orang menyebutnya “gila organisasi”. Namun bagi Yasin, berbagai jabatan tersebut bukan sekadar posisi, melainkan ruang untuk belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat.

Di tengah kesibukan organisasi, ia tetap menjalankan profesinya sebagai pendidik sekaligus pebisnis. Ia memiliki CV Aja Argo Jaya Anshoruna yang bergerak di bidang pembibitan tanaman buah, bunga, serta perikanan.

Waktu yang dimilikinya seolah selalu penuh. Namun kesibukan tersebut tidak membuatnya berhenti berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Justru organisasi, pendidikan, usaha, dan pengabdian masyarakat berjalan beriringan dalam kesehariannya.

Sebagai pendidik sekaligus narasumber dan pengawas, dunia pendidikan menjadi salah satu bidang yang sangat dekat dengannya. Terutama pendidikan swasta, yang menurutnya memiliki persoalan yang cukup kompleks.

“Lembaga pendidikan swasta itu masalahnya sangat banyak. Kadang masalah dengan guru, dengan murid, wali murid, masyarakat, bahkan yayasan,” tuturnya.

Pengalaman panjang dalam mengelola organisasi dan mendampingi lembaga pendidikan membuatnya kerap menjadi tempat berdiskusi bagi para guru, kepala sekolah, maupun kepala madrasah. Berbagai persoalan pendidikan, khususnya di lembaga swasta, sering menjadi bahan diskusi dan pencarian solusi bersama.

Sebagai Ketua PC LP Ma’arif NU Kencong, ia turut mengurusi 107 lembaga pendidikan yang berada dalam naungan LP Ma’arif. Amanah tersebut tentu membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran yang tidak sedikit.

Berbagai persoalan dan cobaan juga telah mewarnai perjalanan hidup serta pengabdiannya. Ada kalanya persoalan membuat pikiran sumpek, sedih, bahkan menyita waktu dan energi. Namun ia berusaha menghadapi semuanya dengan sikap sederhana: tidak terlalu larut dalam masalah, berusaha tetap bahagia, dan sebisa mungkin membuat orang lain ikut bahagia.

Baginya, pengalaman menghadapi berbagai persoalan adalah bagian dari proses belajar. Karena itu, ia tidak pernah merasa selesai dalam belajar. Bahkan ketika menjadi pendamping dalam sebuah bimbingan teknis, ia tetap berusaha mengikuti dan menyerap ilmu dari forum tersebut.

Sebab, baginya, setiap forum ilmu selalu memberikan sesuatu yang berbeda. Tidak ada pengalaman yang benar-benar sia-sia. Setiap pertemuan menghadirkan pengetahuan baru, sudut pandang baru, sekaligus pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menjalankan amanah berikutnya.

Perjalanan Muhammad Yasin Yusuf Ghozali menunjukkan bahwa berorganisasi bukan hanya tentang berapa banyak jabatan yang pernah diduduki. Lebih dari itu, organisasi menjadi ruang untuk belajar, menempa diri, membangun jejaring, dan berkhidmat kepada masyarakat.

Dari Pramuka, IPNU, Ansor, hingga LP Ma’arif NU; dari dunia pendidikan, pemerintahan desa, yayasan, hingga dunia usaha, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang Yasin yang hingga kini masih terus belajar, bergerak, dan mengabdi.

Baca Lainnya

LP MA’ARIF NU KENCONG GELAR WORKSHOP PEMBELAJARAN BERBASIS AI, ANTUSIASME GURU MEMBLUDAK

26 September 2026 - 15:41 WIB

Perkuat Konsolidasi Organisasi, PCNU Kencong dan MWCNU Se-Cabang Siapkan Rangkaian HSN 2026

23 September 2026 - 21:00 WIB

Kirim Kontingen ke Kejurwil X Banyuwangi, PC Pagar Nusa Kencong Resmi Diberangkatkan

23 September 2026 - 19:58 WIB

Menjaga Tradisi Menguatkan Presisi, Bimtek Ilmu Falak Resmi Dibuka di STAI Raden Abdullah Yaqin

11 September 2026 - 18:34 WIB

Geram Pengusaha Sound Horeg Hina MUI, Wakil Ketua MA IPNU Kencong: Harus Diproses Hukum

11 September 2026 - 09:36 WIB

Trending di WARTA