Kencong, 18 September 2026 – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kencong terus mendorong penguatan toleransi dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Upaya tersebut diwujudkan melalui Launching Kampung Moderasi Beragama (KMB) yang digelar di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi moderasi beragama berbasis komunitas dan lokasi. Acara dirangkai dengan paparan serta pembahasan berbagai isu aktual terkait moderasi beragama. Sekitar 120 peserta hadir, terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan lintas agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Sapta Darma dari wilayah Jember Selatan.

Sejumlah narasumber turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kabag TU Kementerian Agama Kabupaten Jember H. Faisol Abrari, M.Pd., Ketua LP2M Kampus UAS Kencong Wulandari, M.H., Camat Umbulsari, serta Kepala Desa Sukoreno.
Ketua PC GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sukoreno yang telah mendukung dan terlibat dalam kegiatan tersebut.Menurutnya, Kampung Moderasi Beragama tidak boleh berhenti sebagai simbol atau kegiatan seremonial semata.
“Kampung Moderasi Beragama bukan sekadar simbol kegiatan seremonial, melainkan ruang nyata untuk menumbuhkan harmoni dan kebersamaan di tengah perbedaan. Nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan gotong royong harus terus dirawat agar menjadi budaya bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Kencong, Dr. H. Asnawan, S.Pd.I., M.S.I., menegaskan bahwa agama memiliki peran penting sebagai garda depan dalam membangun moderasi beragama.
“Kita tidak hanya berdakwah, tetapi juga hadir sebagai penengah, penjaga harmoni, dan pelopor dialog antarumat. Kegiatan berbasis lokasi seperti ini menjadi laboratorium nyata moderasi beragama di tingkat akar rumput,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan penyuluh lintas agama, di antaranya Romo Catur dari Katolik, Sudarmani dari Hindu, dan Sunyoto dari Sapta Darma. Mereka menilai kehidupan masyarakat Desa Sukoreno yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman merupakan gambaran nyata praktik moderasi beragama.
“Kami merasa senang hidup di tengah masyarakat Desa Sukoreno. Inilah makna sejati dari moderasi beragama, yakni saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan dengan damai,” ungkap perwakilan lintas agama.
Melalui kegiatan tersebut, PC GP Ansor Kencong menegaskan komitmennya untuk terus mengarusutamakan moderasi beragama berbasis komunitas dan kearifan lokal. Harapannya, semangat toleransi dan kerukunan dapat terus tumbuh dari tingkat akar rumput demi terciptanya kehidupan masyarakat Kabupaten Jember yang damai, harmonis, dan saling menghargai.































