PCNU KENCONG — Pelantikan kepengurusan baru Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kencong masa khidmat 2025–2030 menjadi titik penting dalam memperluas arah gerakan sosial organisasi perempuan Nahdlatul Ulama. Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU.
Sebanyak 66 pengurus resmi dilantik oleh Ketua Fatayat PWNU Jawa Timur, Siti Maulidah. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan transformasi peran Fatayat NU Kencong yang semakin fokus pada isu-isu strategis berbasis kebutuhan masyarakat.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada konsolidasi internal, kepengurusan baru kini mengarahkan gerakan pada penguatan dampak nyata di lapangan. Hal ini tercermin dari sejumlah program prioritas yang diperkenalkan, yang menyasar langsung persoalan riil masyarakat, mulai dari literasi, ekonomi, hingga inklusivitas sosial.
Ketua PC Fatayat NU Kencong, Minhajul Abidah, menegaskan bahwa arah baru organisasi akan menempatkan Fatayat sebagai aktor aktif dalam pembangunan sosial, bukan sekadar pelengkap struktur kelembagaan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program organisasi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Fatayat NU Kencong akan bergerak secara kolektif dengan memperkuat jejaring dan kemitraan. Kami ingin memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama adalah penguatan literasi intelektual perempuan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, sektor ekonomi juga menjadi perhatian melalui program berbasis kewirausahaan yang mengedepankan nilai-nilai etika dan keislaman.
Di sisi lain, isu inklusivitas menjadi warna baru dalam gerakan Fatayat NU Kencong. Organisasi ini mulai mendorong keterlibatan kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, dalam berbagai program pemberdayaan. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghadirkan ruang sosial yang lebih adil dan setara.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, dalam kesempatan tersebut menilai bahwa langkah Fatayat NU Kencong sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang menuntut pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. Ia menilai organisasi perempuan memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Dengan mengusung semangat “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia,” pelantikan ini menjadi awal dari penguatan gerakan Fatayat NU Kencong yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Fokus pada isu literasi, ekonomi, dan inklusivitas diharapkan mampu mendorong lahirnya perubahan sosial yang lebih luas di Kabupaten Jember.
Melalui kepengurusan baru ini, Fatayat NU Kencong menegaskan posisinya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berkembang secara struktural, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan masyarakat.































