Menu

Mode Gelap
Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU 2026 Berakhir Sukses, Lesbumi Kencong Bawa Pulang Semangat Baru Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan Rekapitulasi Kurban Warga NU Kencong 1446 H: Terkumpul 1.937 Kambing dan 145 Sapi, 65.698 Warga Terima Manfaat Gelar Bimtek Digdaya, PCNU Kencong Matangkan Transformasi Digital Organisasi di Tingkat Lembaga dan MWCNU Khutbah Jumat: Cinta butuh pengorbanan Resmikan Kantor GP Ansor Kencong, Gus Fawait Ajak Kader Ansor Jaga NKRI dan Budaya Menghormati Pemimpin

PUGER

Hilal di Bawah Ufuk, Ketua LF PCNU Kencong Ajak Umat Islam Jaga Kesejukan di Tengah Perbedaan

badge-check


					Hilal di Bawah Ufuk, Ketua LF PCNU Kencong Ajak Umat Islam Jaga Kesejukan di Tengah Perbedaan Perbesar

 Download PDF

PUGER, JEMBER – Tim Lajnah Falakiyah PCNU Kencong bersama Kemenag Jember menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 H di Menara Mercusuar Pantai Pancer, Puger, pada Selasa (17/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini berlangsung di bawah kondisi cuaca mendung dan gerimis tipis. Berdasarkan hasil pengamatan teknis, hilal dilaporkan tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Kencong, Gus Ali Haromain, menyatakan bahwa hasil pantauan di lokasi akan segera dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan.

“Hasil rukyat sore ini tidak membuahkan hasil karena kondisi cuaca dan posisi hilal yang masih di bawah ufuk. Terkait penetapan 1 Ramadan, kita wajib menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat Kementerian Agama RI dan Ikhbar dari PBNU,” ujar Gus Haromain di lokasi.

Acara ini turut dihadiri oleh Korbid I PCNU Kencong, Abdul Ghofar, perwakilan Kemenag Jember, serta sejumlah tim ahli falakiyah dari berbagai pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Pesan Persatuan
Di sela kegiatan, Gus Haromain menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, terutama mengingat adanya potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini.

Mengutip instruksi Ketua LF PBNU melalui pertemuan daring beberapa waktu lalu, ia meminta warga nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk tidak terpancing debat kusir.

“Jangan balas kalimat-kalimat yang memancing atau memperkeruh perbedaan penetapan awal Ramadan, baik itu soal perbedaan metode Hisab maupun Rukyat. Cukup balas dengan kalimat yang santun dan sejuk demi menjaga persatuan umat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti keputusan resmi pemerintah yang akan diumumkan malam ini.

Baca Lainnya

Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU 2026 Berakhir Sukses, Lesbumi Kencong Bawa Pulang Semangat Baru

15 Juni 2026 - 15:31 WIB

Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan

13 Juni 2026 - 13:41 WIB

Rekapitulasi Kurban Warga NU Kencong 1446 H: Terkumpul 1.937 Kambing dan 145 Sapi, 65.698 Warga Terima Manfaat

11 Juni 2026 - 00:13 WIB

Gelar Bimtek Digdaya, PCNU Kencong Matangkan Transformasi Digital Organisasi di Tingkat Lembaga dan MWCNU

11 Juni 2026 - 00:07 WIB

Khutbah Jumat: Cinta butuh pengorbanan

11 Juni 2026 - 00:00 WIB

Trending di JUM'AT