Menu

Mode Gelap
Khutbah Jumat: Berpisah dengan Ramadhan Banser PAC Gumukmas Amankan Sholat Idul Fitri Warga Muhammadiyah, Wujud Toleransi dan Sinergi Banser Kencong Dirikan Tiga Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Bekam untuk Pemudik Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah” Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

PUGER

Hilal di Bawah Ufuk, Ketua LF PCNU Kencong Ajak Umat Islam Jaga Kesejukan di Tengah Perbedaan

badge-check


					Hilal di Bawah Ufuk, Ketua LF PCNU Kencong Ajak Umat Islam Jaga Kesejukan di Tengah Perbedaan Perbesar

 Download PDF

PUGER, JEMBER – Tim Lajnah Falakiyah PCNU Kencong bersama Kemenag Jember menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 H di Menara Mercusuar Pantai Pancer, Puger, pada Selasa (17/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini berlangsung di bawah kondisi cuaca mendung dan gerimis tipis. Berdasarkan hasil pengamatan teknis, hilal dilaporkan tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.

Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Kencong, Gus Ali Haromain, menyatakan bahwa hasil pantauan di lokasi akan segera dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan.

“Hasil rukyat sore ini tidak membuahkan hasil karena kondisi cuaca dan posisi hilal yang masih di bawah ufuk. Terkait penetapan 1 Ramadan, kita wajib menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat Kementerian Agama RI dan Ikhbar dari PBNU,” ujar Gus Haromain di lokasi.

Acara ini turut dihadiri oleh Korbid I PCNU Kencong, Abdul Ghofar, perwakilan Kemenag Jember, serta sejumlah tim ahli falakiyah dari berbagai pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Pesan Persatuan
Di sela kegiatan, Gus Haromain menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, terutama mengingat adanya potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini.

Mengutip instruksi Ketua LF PBNU melalui pertemuan daring beberapa waktu lalu, ia meminta warga nahdliyin dan umat Islam pada umumnya untuk tidak terpancing debat kusir.

“Jangan balas kalimat-kalimat yang memancing atau memperkeruh perbedaan penetapan awal Ramadan, baik itu soal perbedaan metode Hisab maupun Rukyat. Cukup balas dengan kalimat yang santun dan sejuk demi menjaga persatuan umat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti keputusan resmi pemerintah yang akan diumumkan malam ini.

Baca Lainnya

Khutbah Jumat: Berpisah dengan Ramadhan

20 Maret 2026 - 12:24 WIB

Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger

19 Maret 2026 - 18:47 WIB

Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah”

16 Maret 2026 - 20:42 WIB

Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

15 Maret 2026 - 18:07 WIB

Safari Ramadhan LDNU Cabang Kencong Sukses Digelar di Masjid Al-Ibrahimiyah Krebet Gumukmas

7 Maret 2026 - 07:41 WIB

Trending di GUMUKMAS