MALANG — Kawasan sekitar GOR Gajayana, Kota Malang, dipadati lautan jamaah pada pelaksanaan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama. Ribuan warga nahdliyin dari berbagai daerah memadati lokasi sejak pagi, duduk di atas tikar sederhana yang terbentang di sepanjang area kegiatan.
Di tengah keramaian tersebut, tampak Ketua PCNU Kencong KH. Zainil Ghulam, M.H.I ikut berbaur bersama jamaah. Tanpa fasilitas khusus maupun tempat duduk kehormatan, ia memilih duduk bersila di pelataran bersama peserta lain, menunggu dimulainya rangkaian dzikir dan doa. Sikap itu memperlihatkan ketawadhuan seorang kiai yang tidak menonjolkan jabatan, tetapi lebih mengedepankan kebersamaan dalam ibadah.
Suasana kebersamaan begitu terasa. Para jamaah saling berbagi tempat, air minum, hingga bekal sederhana. Tidak tampak sekat antara pengurus organisasi dan warga NU; semuanya larut dalam satu majelis dzikir.
Tak jauh dari lokasi tersebut, terlihat Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Khoirzad Maddah duduk bersama sejumlah pengurus. Ia tampak berdampingan dengan Kiai Arifunnajih, Wakil Ketua PCNU Kencong, serta Yasin Yusuf, Ketua LP Ma’arif NU Kencong. Mereka mengikuti mujahadah dengan khusyuk bersama para jamaah lainnya.
Sejumlah peserta menilai pemandangan itu menjadi gambaran kuat tradisi NU, yakni kesederhanaan dan persaudaraan. Jabatan tidak menjadi pembeda, karena dalam majelis doa seluruh jamaah berada pada posisi yang sama di hadapan Allah SWT.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU sendiri dihadiri jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur yang datang secara rombongan menggunakan bus maupun kendaraan pribadi sejak malam hari. Selain menjadi rangkaian peringatan satu abad NU, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah serta meneguhkan nilai tawadhu, khidmah, dan kebersamaan warga nahdliyin.

































