SURABAYA – Sinergi strategis antara akademisi dan praktisi hukum resmi diperkuat dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Profesor serta Inaugurasi Paralegal Muslimat NU. Perhelatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Islamic Center Jawa Timur, Surabaya, pada Jumat (6/2/2026) mulai pukul 09.00 WIB.
Acara ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Dr. (HC) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua Umum Muslimat NU, Dra. Hj. Arifah Fauzi, M.Si. Peserta yang hadir merupakan representasi dari unsur profesor dan paralegal Muslimat NU, Fatayat NU, hingga IPPNU.
Rangkaian sambutan dibuka oleh Prof. Dr. Hj. Zahrotun Nihayah, M.Si., disusul oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur, Dra. Hj. Masruroh Wahid, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Masruroh menekankan pentingnya peran intelektual dan advokasi hukum dalam pemberdayaan perempuan di akar rumput.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelantikan Pengurus Asosiasi Profesor Muslimat NU yang dipimpin langsung oleh Khofifah Indar Parawansa. Selain itu, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PP Muslimat NU dengan BAZNAS, serta penyerahan simbolis bantuan bagi lima penerima manfaat BMMT Muslimat NU Jawa Timur.
Sesi krusial lainnya adalah inaugurasi paralegal Muslimat NU yang dilakukan oleh Khofifah Indar Parawansa bersama Arifah Fauzi dan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Min Usihen, S.H., M.H. Kehadiran paralegal ini diharapkan mampu memberikan bantuan hukum yang aksesibel bagi masyarakat.
Delegasi dari wilayah selatan, tepatnya Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU, Fatayat NU, dan IPPNU Kencong, turut hadir mengikuti prosesi ini secara antusias. Dengan didampingi ketua PC Muslimat NU Kencong ibu Hj. Ririn idayati, Delegasi tersebut di antaranya Anis Munfaridah, S.Pd., Avin Wardani, S.Pd.I., Emalia Putri Hadi, Fikriyah Nur Diana Zulfa, Mahmuda, Siti Hasanah, Alaikin Nabiilah, Dian Lestari, Roihatul Jannah, Siti Kholifah, Faizah Azizi, M.Pd., Nanik Istianah, dan Elis Munfaridah.
Melalui pengukuhan ini, Muslimat NU menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan kekuatan intelektual profesor dan keahlian praktis paralegal untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
































