KENCONG, Jember – Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur, Gus Riadi Ngasiran, menekankan pentingnya transformasi strategi dakwah kebudayaan bagi para nahdliyin di era modern. Hal ini disampaikannya dalam sesi podcast eksklusif bersama Lesbumi PCNU Kencong baru-baru ini.
Gus Riadi mengungkapkan bahwa sesuai hasil Rapat Kerja (Raker) Lesbumi Jatim, kini terdapat orientasi baru yakni memprioritaskan konten kreatif yang menyasar Generasi Z. “Kita harus menjawab tantangan zaman. Aktivitas konvensional dikurangi untuk beralih ke produksi konten kreatif digital yang cepat diterima anak muda,” ujarnya.
Dalam bincang tersebut, Gus Riadi juga memberikan motivasi kepada pengurus Lesbumi di tingkat cabang untuk tidak ragu dalam berinovasi, termasuk dalam menghidupkan kembali kesenian rakyat yang mulai pudar seperti Kentrung. Menurutnya, kreativitas harus didahulukan daripada ketakutan akan aturan lama atau “pakem”.
”Jangan berpikir soal pakem dulu. Munculkan kreativitas, kemas agar menarik bagi masyarakat saat ini. Lakukan dulu secara eksploratif,” tegas Gus Riadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Lesbumi mengemban misi besar yang disebutnya sebagai “Dua Pencerahan”. Pertama adalah pencerahan spiritual yang berfokus pada perbaikan akhlak (misi nubuwah). Kedua adalah pencerahan pemikiran untuk membaca fenomena sosial dan menjawab tantangan zaman melalui karya seni dan sastra.
Ia berharap Lesbumi di setiap daerah dapat membangun jejaring (networking) yang kuat. Dengan sinergi antar-kota, dakwah kebudayaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah akan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan di tengah gempuran budaya global.
Tonton video selengkapnya di bawah ini:
Video Podcast Lesbumi Kencong bersama Lesbumi PWNU Jatim – Gus Riadi Ngasiran

































