Menu

Mode Gelap
Khutbah Jumat: Berpisah dengan Ramadhan Banser PAC Gumukmas Amankan Sholat Idul Fitri Warga Muhammadiyah, Wujud Toleransi dan Sinergi Banser Kencong Dirikan Tiga Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Bekam untuk Pemudik Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah” Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

AGENDA

Peringati 100 Tahun NU, PCNU Kencong Launching Ngaji Qanun Asasi NU

badge-check


					Peringati 100 Tahun NU, PCNU Kencong Launching Ngaji Qanun Asasi NU Perbesar

 Download PDF

KENCONG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong secara resmi meluncurkan kegiatan Ngaji Qanun Asasi NU pada Senin malam (2/2/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Korbid IV bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) ini berlangsung di Gedung Kantor PCNU Kencong mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, diikuti puluhan peserta.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan istighasah KH M. Hasyim Asy’ari yang dipimpin oleh Ustadz Ali Wafa. Selanjutnya, sambutan Ketua PCNU Kencong yang diwakili H. Samsul Hadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan launching perdana Ngaji Qanun Asasi NU yang akan dilaksanakan secara rutin, dengan pertemuan berikutnya direncanakan dimulai kembali pada bulan Syawal.

Dalam sambutannya, H. Samsul Hadi menegaskan pentingnya Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi yang harus dipahami hingga butir-butirnya oleh seluruh kader. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun NU masehi, 31 Januari 1926-31 Januari 2026, sekaligus malam Nisfu Sya’ban, yang diharapkan membawa pahala dan keberkahan.

Launching Ngaji Qanun Asasi NU secara resmi dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah. “Pada hari ini, Senin 2 Februari 2026, saya nyatakan Ngaji Qanun Asasi NU resmi dibuka,” ujarnya.

Kegiatan inti diisi dengan pengajian kitab Qanun Asasi NU yang disampaikan oleh KH Ahmad Zuhairuz Zaman. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa hidayah akan mudah diterima oleh seseorang yang memiliki akal yang bersih. Ia juga mengingatkan bahaya sikap provokatif yang dapat menjerumuskan seseorang pada kehancuran moral dan spiritual.

Menurutnya, orang arab zaman dahulu yang alim memakai imamah karena merupakan ciri khas ulama ada masa itu, karena yang bisa memakai imamah ya hanya seorang yang tahu caranya. Orang badui juga memakai imamah namun diikat dengan tambahan ikat kepala warna hitam, di sinilah letak perbedaannya.

Maka apabila di zaman ini ada orang yang bukan ulama namun memakai imamah, sejatinya tidak pantas untuk diikuti. Ia juga menegaskan bahwa akal berfungsi mengendalikan perilaku manusia, dan hilangnya fungsi akal akan membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Saifuddin dan dilanjutkan dengan ramah tamah makan bersama seluruh peserta.

Baca Lainnya

Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger

19 Maret 2026 - 18:47 WIB

Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah”

16 Maret 2026 - 20:42 WIB

Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

15 Maret 2026 - 18:07 WIB

Fatayat NU Kasiyan Peringati Nuzulul Quran dengan Khotmil Quran dan Berbagi 500 Paket Takjil

10 Maret 2026 - 22:12 WIB

Safari Ramadhan LDNU Cabang Kencong Sukses Digelar di Masjid Al-Ibrahimiyah Krebet Gumukmas

7 Maret 2026 - 07:41 WIB

Trending di GUMUKMAS