Menu

Mode Gelap
PC GP Ansor Kencong Perkuat Toleransi Beragama melalui Launching Kampung Moderasi Beragama Harlah ke-97, 107 Lembaga LP Ma’arif NU Kencong Gelar Upacara Serentak Menjaga Tradisi Menguatkan Presisi, Bimtek Ilmu Falak Resmi Dibuka di STAI Raden Abdullah Yaqin PKC PMII Jatim Kecam Juragan Sound Horeg yang Sebut KH Ma’ruf Khozin “Goblok” di Siaran TV One Geram Pengusaha Sound Horeg Hina MUI, Wakil Ketua MA IPNU Kencong: Harus Diproses Hukum Banser Kencong Kecewa Pernyataan Pengusaha Sound Horeg, Minta Proses Hukum Dijalankan

LEMBAGA

Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan

badge-check


					Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan Perbesar

 Download PDF

Surabaya – LPBI PCNU Kencong kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas kebencanaan. Kali ini, dua kadernya mengikuti Pelatihan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk Pemetaan Bencana yang digelar oleh LPBI PWNU Jawa Timur selama dua hari, 13–14 Juni 2026, di Aula PW LP Ma’arif NU Jawa Timur.

PCNU Kencong diwakili oleh Andrio Yuli Wijaya, Wakil Sekretaris bidang IT, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, serta Siti Rumania, Wakil Sekretaris bidang Kaderisasi Relawan Kebencanaan. Keduanya bergabung bersama peserta dari perwakilan PC LPBI NU se-Jawa Timur, relawan lintas organisasi, Koordinator Siap Siaga Jawa Timur, jajaran BPBD Jawa Timur, hingga pimpinan PWNU Jawa Timur.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM., langsung di hadapan seluruh peserta.

Ketua PW LPBI NU Jawa Timur, Bapak Syaiful Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa teknologi pemetaan bencana adalah keniscayaan yang tidak boleh diabaikan. “Relawan NU tidak boleh buta teknologi, apalagi soal pemetaan wilayah bencana,” tegasnya. Ia menekankan bahwa seluruh pergerakan kegiatan ini bersifat real-time dan daring, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan langsung.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, KH. Muhammad Koderi, turut mendorong seluruh jajaran untuk berani melangkah menuju digitalisasi. Menurutnya, mitigasi bencana yang efektif harus dimulai dari kemampuan membaca peta secara menyeluruh — mencakup kontur tanah, safety assessment, hingga aspek psikologi, sosial, dan budaya masyarakat. “Harapannya, pengurus hingga tingkat ranting mampu menyajikan peta, sehingga saat bencana terjadi, asesmen bisa langsung dijalankan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM., menyebut GIS sebagai alat strategis yang membantu relawan mengenali zona rawan bencana sekaligus menentukan titik evakuasi yang tepat. Ia juga mengungkapkan rencana MoU antara BPBD Jawa Timur dan LPBI NU untuk menggerakkan program SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana), Pesantren Tangguh Bencana, dan Masjid Tanggap Bencana. “Kita ingin sinergi yang kuat dari tingkat wilayah hingga akar rumput,” tegasnya.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata LPBI PCNU Kencong dalam merespons tantangan kebencanaan di era digital — memastikan setiap relawan tidak hanya sigap di lapangan, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi untuk penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.


Penulis: Andrio Yuli Wijaya | LPBI PCNU Kencong


Baca Lainnya

Menjaga Tradisi Menguatkan Presisi, Bimtek Ilmu Falak Resmi Dibuka di STAI Raden Abdullah Yaqin

11 September 2026 - 18:34 WIB

Geram Pengusaha Sound Horeg Hina MUI, Wakil Ketua MA IPNU Kencong: Harus Diproses Hukum

11 September 2026 - 09:36 WIB

Khutbah Jumat: Merindukan Nabi Muhammad

4 September 2026 - 10:53 WIB

Hari Ini Delegasi PCNU Kencong Berangkat ke Tambakberas, Siap Meriahkan Muktamar Gembira

26 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Sinergi LDNU, RMINU, dan IASS Jember Perkuat Pemahaman Hukum Waris Islam

19 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Trending di LEMBAGA