Menu ✖

Mode Gelap
PC LAZISNU Kencong Hadir & Serahkan Donasi di Pelepasan Bantuan LAZISNU se-Jatim untuk Penyintas Gempa Flores Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Timur Gelar Turba dan Sosialisasi Intensifikasi Gerakan Koin NU di PCNU Kencong Ribuan Kader NU se-Cabang Kencong Gelar Apel dan Mujahadah Kubro di Pesisir Pantai Paseban Hampir 2.000 Guru dan Tenaga Kependidikan Ma’arif NU Kencong Hadiri Apel Kader NU dan Mujahadah Kubro di Pantai Paseban Kongres IPNU XXI dan Para Calon: Adu Kekuatan atau Adu Gagasan? Apel Kader dan Mujahadah Kubro Siap Digelar, PCNU Kencong Rilis Imbauan Resmi Terkait Kelengkapan Peserta dan Aksi Kurangi Sampah Plastik

WARTA

Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Jember Bahas Potensi Konflik dan Toleransi

badge-check


					Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Jember Bahas Potensi Konflik dan Toleransi Perbesar

 Download PDF

Jember, 30 September 2025 — Sejumlah tokoh agama, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), serta organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menghadiri Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama yang digelar di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Selasa (30/9) pagi. Forum ini membahas isu-isu aktual terkait kerukunan dan potensi konflik antarumat beragama di daerah.

Acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan H. Ahmad Tholabi, M.Hi., dan Dr. Santoso. Keduanya menegaskan pentingnya perhatian terhadap persoalan sosial, bahkan yang dianggap kecil sekalipun. Doa penutup seremoni dipimpin Ketua PCNU Kencong, KH. Zainil Ghulam, M.Hi.

Dalam sesi dialog, sejumlah isu mengemuka. Antara lain penolakan masyarakat terhadap kehadiran tokoh agama tertentu di Ambulu, munculnya jamaah thoriqoh baru bernama Jatma Aswaja, keberadaan aliran Bahai di Lengkong, serta polemik pendirian Masjid Al-Firdaus di Kaliwates yang menuai keberatan warga.

Ketua MUI Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan perlunya deteksi dini konflik keagamaan. Menurutnya, pluralitas adalah realitas yang tidak dapat dihindari.

“Perbedaan dalam akidah, fikih, maupun tasawuf bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan bijak. Tugas tokoh agama adalah menjaga agar perbedaan tidak memicu perpecahan,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan KUA turut menyampaikan berbagai permasalahan di lapangan. KUA Jenggawah melaporkan adanya pasangan pengantin yang mengaku beragama Bahai, sementara KUA Patrang menyoroti konflik internal pengurus masjid di Gebang. Dari Kaliwates, KUA mengungkap keluhan warga atas pembangunan masjid tanpa komunikasi dengan tokoh sekitar.

Muhammadiyah juga menyinggung laporan adanya kegiatan HTI yang dikemas dalam acara Maulid Nabi di Perumahan Argopuro. Sementara dari PCNU Kencong, Bapak Arifunnajih menyoroti penggunaan sound horeg dalam karnaval yang masih menimbulkan keresahan masyarakat.

Dialog yang berlangsung hingga pukul 11.15 WIB ini ditutup dengan bacaan hamdalah, bertepatan dengan azan Zuhur.

Baca Lainnya

PC LAZISNU Kencong Hadir & Serahkan Donasi di Pelepasan Bantuan LAZISNU se-Jatim untuk Penyintas Gempa Flores

4 November 2026 - 11:34 WIB

Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Timur Gelar Turba dan Sosialisasi Intensifikasi Gerakan Koin NU di PCNU Kencong

1 November 2026 - 20:51 WIB

Ribuan Kader NU se-Cabang Kencong Gelar Apel dan Mujahadah Kubro di Pesisir Pantai Paseban

1 November 2026 - 17:34 WIB

Apel Kader dan Mujahadah Kubro Siap Digelar, PCNU Kencong Rilis Imbauan Resmi Terkait Kelengkapan Peserta dan Aksi Kurangi Sampah Plastik

30 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Semarak HSN 2026, Kolaborasi Banom NU Kencong Gelar Lomba Mewarnai 2.852 Anak dan Senam Fatayat NU

28 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Trending di WARTA