Menu

Mode Gelap
Satkorcab Banser Kencong, PC LAZISNU, dan MWCNU Gumukmas Salurkan Bantuan Tahap II untuk Korban Kebakaran DARI PUBLIC SPEAKING HINGGA AI: MA MA’ARIF NU (YUNISMA) Bekali Siswa dengan Ketrampilan Masa Depan. Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji Jember Diresmikan oleh Bupati Muhammad Fawait Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU 2026 Berakhir Sukses, Lesbumi Kencong Bawa Pulang Semangat Baru Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan Rekapitulasi Kurban Warga NU Kencong 1446 H: Terkumpul 1.937 Kambing dan 145 Sapi, 65.698 Warga Terima Manfaat

WARTA

Taujihat Rais Syuriah PBNU: Rawatlah NU dengan Semangat Amar Makruf Nahi Munkar

badge-check


					Taujihat Rais Syuriah PBNU: Rawatlah NU dengan Semangat Amar Makruf Nahi Munkar Perbesar

 Download PDF

Kencong, PCNU Kencong

Berlangsung di Aula Nusantara, PCNU Kencong mengesahkan dan mengambil sumpah Pimpinan Lembaga PCNU Kencong (16/2). Dalam kegiatan tersebut, mengalir untaian kalam hikmah dari Rais Syuriah PBNU, KH. A. Sadid Jauhari.

Beliau menyampaikan bahwa dalam posisi apapun, ketua, sekretaris, bendahara, atau jadi anggota biasa, yang penting punya semangat dakwah, amar makruf nahi munkar.

“Jangan sampai bangga jadi pengurus NU tapi tidak memperjuangkan cita-cita NU, karena tidak sedikit orang ingin jadi pengurus NU karena hanya mengharapkan pangkat (al-jaah),” terang pengasuh PP. Assunniyyah tersebut.

Foto: Seluruh jajaran pengurus harian PCNU Kencong dilantik oleh PWNU Jatim


Berharap terhadap duniawi akan menjadikan hati manusia tidak ikhlas bahkan cenderung sombong. Sehingga pergerakannya dalam organisasi  sulit untuk meninggalkan bekas (atsar).

“Kalau Anda semangat dan ikhlas, insyaallah dampaknya akan membekas. Kalau sudah menjadi bermanfaat, akan langgeng dampaknya. Tapi kalau tidak, maka akan sirna dengan cepat,” pesan KH. Sadid Jauhari.

Foto: Pelantikan Pimpinan Lembaga oleh Ketua PCNU Kencong


Meskipun ikhlas ditekankan sebagai basis yang penting agar gerakan meninggalkan atsar, beliau juga menegaskan bahwa ikhlas bukan berarti pasrah. Ikhlas bukan berarti tidak bergerak atau diam saja.

Tetapi, ikhlas yang dimaksud adalah sebuah harmonisasi dan resonansi antara hati yang ikhlas dan gerakan yang nyata, istiqomah, serta profesional.

Melalui bahasa yang sederhana, beliau menegaskan, “Ikhlaso, tandango. Ojo ora tandang nek ora ikhlas,” dawuh Kiai Sadid.


Join grup whatsapp Warta NU:

Klik di sini

Baca Lainnya

DARI PUBLIC SPEAKING HINGGA AI: MA MA’ARIF NU (YUNISMA) Bekali Siswa dengan Ketrampilan Masa Depan.

18 Juni 2026 - 09:27 WIB

Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji Jember Diresmikan oleh Bupati Muhammad Fawait

17 Juni 2026 - 09:58 WIB

Muktamar Kebudayaan Lesbumi PBNU 2026 Berakhir Sukses, Lesbumi Kencong Bawa Pulang Semangat Baru

15 Juni 2026 - 15:31 WIB

Perkuat Kapasitas Digital Kebencanaan, LPBI PCNU Kencong Ikuti Pelatihan GIS Kebencanaan

13 Juni 2026 - 13:41 WIB

Rekapitulasi Kurban Warga NU Kencong 1446 H: Terkumpul 1.937 Kambing dan 145 Sapi, 65.698 Warga Terima Manfaat

11 Juni 2026 - 00:13 WIB

Trending di LAZISNU