Menu

Mode Gelap
Khutbah Jumat: Berpisah dengan Ramadhan Banser PAC Gumukmas Amankan Sholat Idul Fitri Warga Muhammadiyah, Wujud Toleransi dan Sinergi Banser Kencong Dirikan Tiga Posko Mudik, Sediakan Fasilitas Bekam untuk Pemudik Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah” Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

WARTA

Taujihat Rais Syuriah PBNU: Rawatlah NU dengan Semangat Amar Makruf Nahi Munkar

badge-check


					Taujihat Rais Syuriah PBNU: Rawatlah NU dengan Semangat Amar Makruf Nahi Munkar Perbesar

 Download PDF

Kencong, PCNU Kencong

Berlangsung di Aula Nusantara, PCNU Kencong mengesahkan dan mengambil sumpah Pimpinan Lembaga PCNU Kencong (16/2). Dalam kegiatan tersebut, mengalir untaian kalam hikmah dari Rais Syuriah PBNU, KH. A. Sadid Jauhari.

Beliau menyampaikan bahwa dalam posisi apapun, ketua, sekretaris, bendahara, atau jadi anggota biasa, yang penting punya semangat dakwah, amar makruf nahi munkar.

“Jangan sampai bangga jadi pengurus NU tapi tidak memperjuangkan cita-cita NU, karena tidak sedikit orang ingin jadi pengurus NU karena hanya mengharapkan pangkat (al-jaah),” terang pengasuh PP. Assunniyyah tersebut.

Foto: Seluruh jajaran pengurus harian PCNU Kencong dilantik oleh PWNU Jatim


Berharap terhadap duniawi akan menjadikan hati manusia tidak ikhlas bahkan cenderung sombong. Sehingga pergerakannya dalam organisasi  sulit untuk meninggalkan bekas (atsar).

“Kalau Anda semangat dan ikhlas, insyaallah dampaknya akan membekas. Kalau sudah menjadi bermanfaat, akan langgeng dampaknya. Tapi kalau tidak, maka akan sirna dengan cepat,” pesan KH. Sadid Jauhari.

Foto: Pelantikan Pimpinan Lembaga oleh Ketua PCNU Kencong


Meskipun ikhlas ditekankan sebagai basis yang penting agar gerakan meninggalkan atsar, beliau juga menegaskan bahwa ikhlas bukan berarti pasrah. Ikhlas bukan berarti tidak bergerak atau diam saja.

Tetapi, ikhlas yang dimaksud adalah sebuah harmonisasi dan resonansi antara hati yang ikhlas dan gerakan yang nyata, istiqomah, serta profesional.

Melalui bahasa yang sederhana, beliau menegaskan, “Ikhlaso, tandango. Ojo ora tandang nek ora ikhlas,” dawuh Kiai Sadid.


Join grup whatsapp Warta NU:

Klik di sini

Baca Lainnya

Ketinggian 2 Derajat, Hilal Gagal Terpantau di Pantai Puger

19 Maret 2026 - 18:47 WIB

Gelar Silaturahmi dan Sahur Bersama Ulama, Bupati Jember Paparkan Program Pesantren Hingga Proyek “Payung Madinah”

16 Maret 2026 - 20:42 WIB

Safari Ramadan LDNU di Gumukmas Gaungkan Keutamaan Lailatulqadar pada Asyrul Awakhir

15 Maret 2026 - 18:07 WIB

Safari Ramadhan LDNU Cabang Kencong Sukses Digelar di Masjid Al-Ibrahimiyah Krebet Gumukmas

7 Maret 2026 - 07:41 WIB

Mengoptimalkan Ramadhan, Refleksi Sejarah Puasa dan Kiat Qiyamullail

3 Maret 2026 - 10:30 WIB

Trending di LDNU