Menu

Mode Gelap
Satkorcab Banser Kencong Amankan Haul ke-33 KH. Jauhari Zawawi, Wujud Khidmah Melayani Ulama dan Jamaah Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kerukunan, PC Fatayat NU Kencong Safari Silaturrahmi ke Kemenag dan Diskominfo Jember Perkokoh Ketahanan Sosial Dan Desa Sahabat PC Fatayat NU Kencong Gelar Audiensi Strategis Bersama Bakesbangpol Jember Semarakkan HUT ke-81 RI, PC Fatayat NU Kencong Gelar Senam Bersama dan Layanan Kesehatan Gratis PCNU Kencong Buka Pre-Order Kaos Resmi Muktamar NU ke-35, Pemesanan Hingga 10 Agustus 2026 PAC GP Ansor Gumukmas Gelar Donor Darah Gratis, Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

LBMNU

Hukum Sholat di atas Kursi

badge-check


					Hukum Sholat di atas Kursi Perbesar

 Download PDF

Deskripsi Masalah:

Sudah maklum bagi kita semua bahwa di dalam mengerjakan sholat, salah satu syaratnya adalah berdiri bagi yang mampu. Jika tidak mampu maka dengan duduk Tawarru’ atau Iftirosy, jika tidak mampu pula maka dengan cara berbaring. Cuma tidak jarang kita temui di masjid-masjid seseorang sholat di atas kursi dengan alasan tidak mampu atau kesulitan berdiri, pada saat ruku’ dan sujud cukup sekedar membungkukkan badan. Padahal dia bisa sholat duduk di bawah dengan mengerjakan sujud dan ruku’ yang sempurna.

Pertanyaan:

a. Bagaimana hukum sholat dengan cara di atas?

b. Sebatas mana seseorang diperbolehkan melaksanakan sholat fardhu dengan cara duduk?

Penanya: Ust Imam Syafi’i

Jawaban

a. Tidak sah sholatnya, sebab dia masih bisa melakukan ruku’ dan sujud secara sempurna dengan cara duduk di bawah. Kecuali dia mau turun dari kursi untuk melakukan ruku’ dan sujud.

b. Jika seseorang tidak mampu berdiri atau mampu berdiri akan tetapi terjadi Masyaqqot Syadiidah seperti bertambahnya rasa sakit, pusing sampai menghilangkan kekhusyu’an sholat, atau ada larangan dari Dokter untuk melakukan gerakan ruku’ dan sujud dikarenakan baru mengalami operasi organ dalam.

Referensi:

المجموع ٤/٣١٠

قال أصحابنا ولا يشترط في العجز أن لا يتأتى القيام ولا يكفي أدنى مشقة بل المعتبر المشقة الظاهرة فإذا خاف مشقة شديدة أو زيادة مرض أو نحو ذلك أو خاف راكب السفينة الغرق أو دوران الرأس صلى قاعدا ولا إعادة وقال إمام الحرمين في باب التيمم الذي أراه في ضبط العجز أن يلحقه بالقيام مشقة تذهب خشوعه لأن الخشوع مقصود الصلاة

اعانة الطالبين ١/١٥٩

(قوله: وضبطها الإمام الخ) عبارة النهاية: قال الرافعي: ولا نعني بالعجز – أي عن القيام – عدم الإمكان فقط، بل في معناه خوف الهلاك أو الغرق، أو زيادة المرض، أو لحوق مشقة شديدة، أو دوران الرأس في حق راكب السفينة، كما تقدم بعض ذلك. قال في زيادة الروضة: الذي اختاره الإمام في ضبط العجز أن تلحقه مشقة شديدة تذهب خشوعه. لكنه قال في المجموع: أن المذهب خلافه. اه. وأجاب الوالد – رحمه الله تعالى – بأن إذهاب الخشوع ينشأ عن مشقة شديدة. اه.

Baca Lainnya

Gerakan Infaq Muktamar NU ke-35 Resmi diluncurkan, Target Bagikan 600 Bendel Kupon

7 Juli 2026 - 12:05 WIB

PC GP Ansor Kencong Gelar Pameran Seni Lukis-Kaligrafi Kolaborasi dengan Pemkab Jember dan Lesbumi NU

5 Juli 2026 - 20:05 WIB

Menuju Launching 7 Juli, PCNU Kencong Perkuat Koordinasi Gerakan Koin Muktamar

3 Juli 2026 - 21:40 WIB

LFNU Kencong Ajak Warga Nahdliyin Manfaatkan Rashdul Kiblat untuk Verifikasi Arah Kiblat Serentak di Bulan Juli

30 Juni 2026 - 16:19 WIB

RMINU Kencong Buka Pendataan Akun Digdaya Pesantren, Ini Cara Daftarnya

30 Juni 2026 - 15:03 WIB

Trending di RMINU