Menu

Mode Gelap
Bincang Lesbumi Kencong x Lesbumi Jatim, Gus Riadi Ngasiran: Lesbumi Harus Jadi Medium Pencerahan Spiritual dan Intelektual di Era Digital Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M Pengurus Lesbumi PCNU Kencong Hadiri Pameran Lukisan Nasional Sambut Seabad NU Peringati 100 Tahun NU, PCNU Kencong Launching Ngaji Qanun Asasi NU Persiapan Ramadhan LDNU Cabang Kencong: Fokus Kreativitas Dakwah melalui Mimbar, Sosmed, dan Kegiatan Lokal Santri Pesantren di PCNU Kencong Diajak Ikuti Program TV Nasional “Cahaya Muda Indonesia”

LBMNU

Hukum Sholat di atas Kursi

badge-check


					Hukum Sholat di atas Kursi Perbesar

 Download PDF

Deskripsi Masalah:

Sudah maklum bagi kita semua bahwa di dalam mengerjakan sholat, salah satu syaratnya adalah berdiri bagi yang mampu. Jika tidak mampu maka dengan duduk Tawarru’ atau Iftirosy, jika tidak mampu pula maka dengan cara berbaring. Cuma tidak jarang kita temui di masjid-masjid seseorang sholat di atas kursi dengan alasan tidak mampu atau kesulitan berdiri, pada saat ruku’ dan sujud cukup sekedar membungkukkan badan. Padahal dia bisa sholat duduk di bawah dengan mengerjakan sujud dan ruku’ yang sempurna.

Pertanyaan:

a. Bagaimana hukum sholat dengan cara di atas?

b. Sebatas mana seseorang diperbolehkan melaksanakan sholat fardhu dengan cara duduk?

Penanya: Ust Imam Syafi’i

Jawaban

a. Tidak sah sholatnya, sebab dia masih bisa melakukan ruku’ dan sujud secara sempurna dengan cara duduk di bawah. Kecuali dia mau turun dari kursi untuk melakukan ruku’ dan sujud.

b. Jika seseorang tidak mampu berdiri atau mampu berdiri akan tetapi terjadi Masyaqqot Syadiidah seperti bertambahnya rasa sakit, pusing sampai menghilangkan kekhusyu’an sholat, atau ada larangan dari Dokter untuk melakukan gerakan ruku’ dan sujud dikarenakan baru mengalami operasi organ dalam.

Referensi:

المجموع ٤/٣١٠

قال أصحابنا ولا يشترط في العجز أن لا يتأتى القيام ولا يكفي أدنى مشقة بل المعتبر المشقة الظاهرة فإذا خاف مشقة شديدة أو زيادة مرض أو نحو ذلك أو خاف راكب السفينة الغرق أو دوران الرأس صلى قاعدا ولا إعادة وقال إمام الحرمين في باب التيمم الذي أراه في ضبط العجز أن يلحقه بالقيام مشقة تذهب خشوعه لأن الخشوع مقصود الصلاة

اعانة الطالبين ١/١٥٩

(قوله: وضبطها الإمام الخ) عبارة النهاية: قال الرافعي: ولا نعني بالعجز – أي عن القيام – عدم الإمكان فقط، بل في معناه خوف الهلاك أو الغرق، أو زيادة المرض، أو لحوق مشقة شديدة، أو دوران الرأس في حق راكب السفينة، كما تقدم بعض ذلك. قال في زيادة الروضة: الذي اختاره الإمام في ضبط العجز أن تلحقه مشقة شديدة تذهب خشوعه. لكنه قال في المجموع: أن المذهب خلافه. اه. وأجاب الوالد – رحمه الله تعالى – بأن إذهاب الخشوع ينشأ عن مشقة شديدة. اه.

Baca Lainnya

Bincang Lesbumi Kencong x Lesbumi Jatim, Gus Riadi Ngasiran: Lesbumi Harus Jadi Medium Pencerahan Spiritual dan Intelektual di Era Digital

4 Februari 2026 - 20:50 WIB

Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H/2026 M

3 Februari 2026 - 12:21 WIB

Pengurus Lesbumi PCNU Kencong Hadiri Pameran Lukisan Nasional Sambut Seabad NU

3 Februari 2026 - 12:06 WIB

Persiapan Ramadhan LDNU Cabang Kencong: Fokus Kreativitas Dakwah melalui Mimbar, Sosmed, dan Kegiatan Lokal

25 Januari 2026 - 14:29 WIB

Santri Pesantren di PCNU Kencong Diajak Ikuti Program TV Nasional “Cahaya Muda Indonesia”

16 Januari 2026 - 17:15 WIB

Trending di WARTA