KENCONG – Pondok Pesantren Assunniyyah Al Jauhari Kencong menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Asrama Assunniyyah Al Jauhari 01. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMK hingga MA, bersama dewan guru.
Upacara berlangsung sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan, kecintaan terhadap pesantren, serta kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi generasi santri. Peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga pengingat atas perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
H. Agus Dimas Mangkudirjo selaku pembina upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa setiap santri harus mampu menyemangati diri sendiri dalam belajar dan menjalani kehidupan di pesantren. Menurutnya, menjadi santri membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan komitmen untuk terus menuntut ilmu.
Beliau juga mengingatkan bahwa perjuangan santri pada masa dahulu memiliki tantangan yang sangat besar. Para santri tidak hanya berjuang menuntut ilmu, tetapi juga ikut melawan penjajah dengan segala keterbatasan, bahkan menggunakan bambu runcing sebagai simbol perlawanan.
“Santri zaman dahulu menghadapi tantangan yang sangat besar. Mereka harus belajar sekaligus berjuang melawan penjajah. Sementara itu, santri hari ini tinggal menjaga semangat dalam mondok, belajar dengan sungguh-sungguh, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” pesannya dalam amanat upacara.
Lebih lanjut, H. Agus Dimas Mangkudirjo menegaskan bahwa perjuangan santri masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta membangun kedisiplinan dan kemandirian. Semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui prestasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Beliau juga menekankan pentingnya tirakat dalam kehidupan seorang santri. Tirakat menjadi bagian dari proses pendidikan pesantren yang mengajarkan kesederhanaan, kesabaran, pengendalian diri, dan kesungguhan dalam meraih ilmu yang bermanfaat.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan, tetapi juga harus memiliki keteguhan hati dan kesiapan menjalani proses panjang dalam menuntut ilmu. Melalui tirakat, santri diharapkan mampu membangun karakter yang kuat serta menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.
Peringatan Hari Santri Nasional di PP Assunniyyah Al Jauhari Kencong ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri dan siswa untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta meneladani perjuangan para pendahulu. Dengan semangat belajar, akhlak yang baik, dan kesediaan untuk bertirakat, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.































