Menu ✖

Mode Gelap
Santri di Persimpangan Zaman: Merawat Tradisi, Menjawab Tantangan Masa Depan Podcast LESBUMINU Kencong Kupas Tuntas Hakikat Santri dan Rangkaian Puncak HSN 2026 PCNU Kencong MI Miftahul Ulum Wringintelu Puger, Berdiri Sejak 1964: Berawal dari Serambi Masjid hingga Dipercaya Masyarakat PCNU Kencong Gelar Rangkaian Kegiatan Hari Santri Nasional 2026 Selama Sebulan Penuh, Ini Jadwalnya. Kemah Kembangpurimas, LPBI NU Kencong Gaungkan Gerakan Pilah Sampah M. Ridwan Khamid Soroti Sikap Diam Aktivis Mahasiswa dan Organisasi Besar di Tengah Persoalan Negara

LESBUMINU

Podcast LESBUMINU Kencong Kupas Tuntas Hakikat Santri dan Rangkaian Puncak HSN 2026 PCNU Kencong

badge-check


					Podcast LESBUMINU Kencong Kupas Tuntas Hakikat Santri dan Rangkaian Puncak HSN 2026 PCNU Kencong Perbesar

 Download PDF

KENCONG — Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (LESBUMINU) PCNU Kencong menggelar diskusi podcast khusus di Kantor PCNU Kencong untuk mengupas makna hakikat santri serta persiapan menyambut Puncak Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026.

Podcast ini menghadirkan narasumber utama, Imam Syafii, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong sekaligus Ketua Panitia Puncak HSN 2026 PCNU Kencong.

Dalam diskusi tersebut, Imam Syafii memaparkan bahwa santri secara umum terbagi menjadi santri mukim (menetap di pondok pesantren) dan santri kalong (tidak menetap). Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa siapa saja yang menuntut ilmu kepada guru dengan sanad yang jelas dapat disebut sebagai santri. Ia juga mengutip esensi santri sebagai individu yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah tanpa terombang-ambing oleh perubahan zaman.

Menurutnya, tema HSN tentang merawat akar tradisi sangat penting di tengah upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mencabut akar tradisi santri. Kejelasan sanad keilmuan serta penanaman adab—yang mencakup ucapan, perilaku, dan hati—merupakan jati diri yang harus dijaga. Jika akar tradisi ini dicabut, ibarat sebuah pohon, jati diri santri akan runtuh. Oleh karena itu, tradisi pesantren dan penghormatan terhadap ilmu harus terus dirawat.

Selain membahas filosofi keilmuan dan sejarah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. M. Hasyim Asy’ari, narasumber juga merinci agenda Puncak Peringatan HSN 2026 PCNU Kencong yang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026 di Pesisir Pantai Paseban Kencong.

Rangkaian acara puncak tersebut akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan Khotmil Qur’an bekerja sama dengan JQHNU. Pada jam yang sama, panitia membuka proses registrasi bagi ketua rombongan MWC, ranting, dan banom untuk mendata kehadiran jemaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan selawat bersama ISHARINU selepas maghrib, ditutup dengan mujahadah, serta apel kader NU. Rangkaian kegiatan direncanakan rampung pada pukul 21.30 WIB.

Liputan lengkap dan perbincangan mendalam dari podcast ini dapat disaksikan selengkapnya melalui tautan YouTube berikut: https://youtu.be/FMxKTa9irhg?si=WXydqXBUW6ZcR2QK.


Join grup whatsapp WARTA PCNU KENCONG:

https://chat.whatsapp.com/JTHpdAccASxBzgHXJDYt65

Ikuti saluran PCNU KENCONG di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBw7aKAojYvwAJiJ21c

Baca Lainnya

PCNU Kencong Gelar Rangkaian Kegiatan Hari Santri Nasional 2026 Selama Sebulan Penuh, Ini Jadwalnya.

18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kemah Kembangpurimas, LPBI NU Kencong Gaungkan Gerakan Pilah Sampah

17 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Banser Siaga Amankan Perkemahan Kembangpurimas 2026 di Pantai Paseban

16 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Semarakkan Hari Santri 2026, PCNU Kencong Ajak Warganet Pasang Twibbon

15 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Peringati HSN 2026, PCNU Kencong Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Apel Upacara Serentak

14 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Trending di UMBULSARI