Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-I pada Sabtu–Ahad, 11–12 April 2026, bertempat di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Tuban. Agenda ini menjadi forum strategis untuk merumuskan berbagai usulan materi yang akan dibawa ke Muktamar ke-35 NU.
Berdasarkan undangan resmi PWNU Jatim, kegiatan Muskerwil akan diikuti oleh jajaran Rais, Katib, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PCNU se-Jawa Timur. Acara dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai, dengan rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sidang pleno, sidang komisi, hingga penutupan.
Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, panitia sebelumnya telah menggelar rapat gabungan pada Rabu (08/04/2026) di lokasi kegiatan. Rapat tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Sunan Bejagung sekaligus Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir, bersama sejumlah pengurus PWNU Jatim, seperti HM Faqih, HMasykuri Bakri, Prof Hadardi, H Taufiq Mukti, serta tim teknis panitia.
Ketua Panitia Muskerwil NU Jatim, KH Mustain, menyampaikan bahwa selain penyusunan materi oleh tim PWNU Jatim, koordinasi intensif antara panitia wilayah dan panitia lokal terus dilakukan guna mematangkan seluruh persiapan. Ia menekankan pentingnya sinergi agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana.
Muskerwil ini juga akan diisi dengan berbagai agenda penting, di antaranya sidang pleno penyampaian progres kinerja PWNU Jatim, pembagian komisi, serta sidang komisi yang membahas berbagai isu strategis organisasi. Pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno hasil komisi serta pembahasan materi untuk Munas dan Konbes NU sebelum penutupan.
Adapun materi yang tengah disiapkan meliputi penguatan peran Aswaja Center sebagai benteng akidah dalam menghadapi tantangan ideologi, penyusunan modul pendidikan berbasis nilai-nilai Aswaja, serta pengembangan program pendidikan unggulan. Selain itu, juga dibahas penguatan jaringan kader kesehatan untuk mendukung dakwah, serta optimalisasi pengelolaan wakaf, baik aset maupun wakaf uang.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan PCNU Kencong turut hadir, di antaranya K. Ahmad Laiq Athoillah selaku Rais, KH. Zainil Ghulam selaku Ketua, Muhammad Arifunnajih, Tanthowi Jauhari, Imam Syafii, Abdulloh Muhlas, serta KH. Mohammad Badri Saifurrijal.
Dengan rangkaian agenda tersebut, Muskerwil PWNU Jawa Timur diharapkan mampu menghasilkan rumusan program kerja yang komprehensif serta rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi Nahdlatul Ulama ke depan.
































